SuaraKaltim.id - Komisi Informasi (KI) Pusat menyelenggarakan peluncuran Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tahun 2024 melalui daring pada Rabu, (04/09/2024) lalu.
Pengawalan pelaksanaan Monev setiap tahunnya ini dilakukan KI Pusat sebagai komitmen dan tanggung jawab dalam menyelenggarakan pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. Hal itu disampaikan Ketua KI Pusat, Donny Yoesgiantoro.
Melansir dari website resmi Diskominfo Kaltim, ia mengingatkan kepada 364 Badan Publik yang hadir pada peluncuran Monev mengenai hak masyarakat dalam memperoleh informasi.
Berdasarkan UU no 14 tahun 2018, disampaikan bahwa hak memperoleh informasi adalah bagian dari hak asasi manusia dan kebutuhan dasar dalam negara berdemokrasi.
“Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia. Ini adalah salah satu cara untuk melihat kontrol publik terhadap penyelengaraan badan publik. Kalau sudah terkontrol, bagus, akhirnya tercipta masyarakat informatif. Ini akan kami tingkatkan dari waktu ke waktu,” kata Donny, dikutip Minggu (08/09/2024).
Dalam Monev ini nantinya akan ada beberapa tahapan seperti sosialisasi dan pengisian Self Assesment Quisionare (SAQ), serta diakhiri dengan pengumuman hasil Monev pada Desember 2024.
Donny menjelaskan, SAQ lebih ditekankan pada prosesnya dan memberikan contoh dengan pemahaman, komitmen dan konsistensi dan bukan hanya sekadar menggungurkan kewajiban saja.
“Banyak yang bertanya, Monev ini kompetisi atau bukan? Saya pikir ini kompetisi karena ada nilainya, tapi saya lebih menekankan ada dua yaitu pada proses dan hasil. Saya terang-terangan menekankan pada proses, kemudian bagaimana memahami yang namanya SAQ. Prosesnya dulu diutamakan hasil mengikuti, tapi kalau orientasinya pada hasil ini seharusnya tidak boleh terjadi,” pesannya.
Turut hadir dalam peluncuran Monev KIP yakni 34 Kementerian, 42 Lembaga Negara dan Pemerintahan non Kementerian, 31 Lembaga non Struktural, 34 Pemerintah Provinsi, 65 Badan Usaha Milik Negara, 149 Perguruan Tinggi Negeri dan 9 Partai Politik. (Nad/ADV/Diskominfo Kaltim).
Baca Juga: Komitmen Muhammad Faisal untuk MTQN ke-30: Promosi dan Dokumentasi Kaltim Diperkuat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Rudy Mas'ud ke Jakarta di Tengah Rencana Demo, Ini Penjelasan Pemprov Kaltim
-
Akhir Pelarian Pembobol ATM di Samarinda, Polisi Tangkap Pelaku hingga Jawa Barat
-
Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Drastis, 3 Daerah Mendominasi
-
Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar
-
Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan