Dikutip dari Kaltim Kece, perbuatan yang disangkakan itu terjadi ketika Awang Faroek masih menjabat sebagai Bupati Kutim.
Saat menjadi tersangka Kejaksaan Agung, Awang Faroek telah berkali-kali membantah keterlibatannya dan menegaskan saham divestasi dijual setelah dia tidak menjabat sebagai bupati lagi.
Tetapi kasus tersebut akhirnya ditutup pada 2013 setelah Kejaksaan Agung menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara atau SP3.
Hingga kemudian status tersangka yang melekat selama tiga tahun dalam diri Awang Faroek pun pupus sekaligus membersihkan namanya.
Kali kedua Awang Faroek tersangkut persoalan korupsi terjadi pada 2007, setahun sebelum Pilgub 2008, sosok Awang Faroek juga sering dikaitkan dengan dugaan rasuah pembangunan kompleks perkantoran Pemkab Kutim, Bukit Pelangi.
Dalam kasus itu, Awang Faroek tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka tetapi isu itu disebut-sebut bagian dari politik jelang Pilgub 2008 lalu.
Terbaru, Ketua Sementara KPK Nawawi Pomolango membenarkan pihaknya menggeledak umah Awang terkait pengusutan kasus baru.
Menurut Nawawi, kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan tetapi belum menjelaskan secara lebih rinci perihal kasus apa yang menyeret nama Awang Faroek itu.
"Baru, baru kasus itu baru kita tangani," kata Nawawi.
Baca Juga: Penggeledahan di Rumah Awang Faroek, KPK Bidik Apa?
Kontributor : Maliana
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif