SuaraKaltim.id - Calon Wali Kota Bontang, Basri Rase, memberikan klarifikasinya soal foto yang viral disebut-sebut dirinya sedang melakukan konsolidasi politik pegawai di kafe di Teluk Pandan beberapa waktu lalu.
Kepada wartawan, Basri mengaku agenda tersebut bukan konsolidasi politik melainkan hanya silaturahmi dengan komunitas motor trail.
Ia menuturkan, sebelum ke sana dirinya baru saja selesai melayat ke Bontang Kuala. Kemudian dihubungi oleh salah satu anggota komunitas motor yang baru saja panen ayam.
"Saya datang sekitar jam 12 siang, setelah selsai acara di Bontang Kuala, teman saya bilang mereka habis panen ayam makanya langsung kesana," jelasnya, disadur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (13/11/2024).
Di sana, lanjut Basri, bercengkrama santai dengan para komunitas termasuk sejumlah pegawai. Ia membantah adanya pengarahan agar ASN memilih dirinya, termasuk rumor pendataan.
"Tidak ada itu (pengarahan politik-red). Hanya ngobrol-ngobrol biasa saja. Kebetulan saya tidak makan ayam, yah dibakarkan ikan," ungkapnya.
Dalam diskusi tersebut sambil makan ikan lanjut dia, hanya menayangkan terkait informasi soal anggaran SILPA
"Hanya saya tanyakan, contoh Oda kenapa ada pemberitaan itu Silpa sampai 2 triliun itu, Oda bilang infonya itu tidak benar yang ada hanya 1 triliun aja," pungkasnya.
Baca Juga: Diduga Gunakan Politik Uang, Oknum RT di Bontang Dilaporkan ke Bawaslu
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Kuasa Hukum Supriyadi Tuding Ada Permainan dalam Kasus Sertifikat Ganda di Kukar
-
Akademisi Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Kaltim Batasi Wawancara Isu Sensitif
-
Serikat Petani Sawit Harap Badan Ekspor Tunggal Pemerintah Tetap Lindungi Harga TBS
-
Bejo, Sapi Seberat 1 Ton Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Samarinda
-
Kebijakan Ekspor Terpusat: Harga Sawit di Kutim Hancur saat Harga Pupuk Meroket