Sebanyak 72 desa di empat kabupaten telah mendapatkan PLTS, sementara biogas rumah tangga terus dikembangkan dengan 575 unit terpasang sejak 2012 untuk mendorong kemandirian energi berbasis potensi lokal.
Selain tenaga surya sebagai prioritas utama, Pemprov Kaltim juga mengevaluasi potensi mikrohidro di Kutai Timur, Berau, dan Mahulu untuk memperluas sumber energi ramah lingkungan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan di Samarinda, Balikpapan, dan Kukar dengan menu bergizi sesuai standar, menyasar siswa PAUD–SMP serta ibu hamil dan menyusui, dengan rencana perluasan melalui pembentukan dapur MBG di tiap kecamatan.
SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses energi bersih bagi seluruh warganya, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan biogas skala rumah tangga, upaya transisi energi hijau di Kaltim kini benar-benar menyentuh akar rumput.
Salah satu langkah nyata tersebut adalah penyediaan PLTS yang telah menjangkau 72 desa terpencil yang tersebar di empat kabupaten.
Teknologi ini dianggap paling relevan untuk kondisi geografis daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Hal itu disampaikan Elly Luchritia Nova, Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Konservasi Energi Dinas ESDM Kaltim, saat di Samarinda, Minggu, 6 Juli 2025.
“Untuk saat ini, yang paling bisa kami kembangkan adalah tenaga surya,” ujar Elly, disadur dari ANTARA, Senin, 7 Juli 2025.
Elly menjelaskan bahwa pemanfaatan tenaga surya menjadi prioritas karena kemudahan implementasinya di daerah terpencil, dibandingkan dengan sumber energi lain seperti mikrohidro yang membutuhkan infrastruktur tambahan dan kondisi alam tertentu.
Meski begitu, Dinas ESDM tetap membuka peluang untuk mengeksplorasi potensi air sebagai sumber energi terbarukan.
Beberapa lokasi di Kutai Timur (Kutim), Berau, dan Mahakam Ulu (Mahulu) sedang dikaji lebih lanjut, setelah survei awal menunjukkan adanya potensi dari aliran deras atau air terjun.
Baca Juga: Satu Klik untuk Semua! Kaltim Hadirkan Platform SAKTI Multi-Layanan
Selain PLTS, strategi transisi energi Kaltim juga menyasar rumah tangga melalui program biogas.
Program ini memanfaatkan limbah kotoran sapi untuk menggantikan LPG.
Dari 2012 hingga 2024, tercatat 575 unit instalasi biogas telah dibangun di 10 kabupaten/kota.
Menurut Elly, teknologi biogas terbukti efisien dan ramah lingkungan.
“Biogas menjadi alternatif pengganti LPG yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan api yang menyala stabil,” ujarnya.
Inisiatif ini menjadi bagian dari visi besar Pemprov Kaltim untuk tidak hanya menyalakan lampu di rumah warga terpencil, tapi juga mendorong kemandirian energi lokal berbasis potensi daerah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah