Sebanyak 72 desa di empat kabupaten telah mendapatkan PLTS, sementara biogas rumah tangga terus dikembangkan dengan 575 unit terpasang sejak 2012 untuk mendorong kemandirian energi berbasis potensi lokal.
Selain tenaga surya sebagai prioritas utama, Pemprov Kaltim juga mengevaluasi potensi mikrohidro di Kutai Timur, Berau, dan Mahulu untuk memperluas sumber energi ramah lingkungan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan di Samarinda, Balikpapan, dan Kukar dengan menu bergizi sesuai standar, menyasar siswa PAUD–SMP serta ibu hamil dan menyusui, dengan rencana perluasan melalui pembentukan dapur MBG di tiap kecamatan.
Dengan pendekatan berbasis komunitas dan teknologi sederhana, energi bersih bukan lagi wacana, tapi kenyataan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemprov Kaltim bertekad melanjutkan pengembangan energi baru dan terbarukan ini, baik di kawasan pedesaan maupun perkotaan, sebagai bagian dari lompatan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Program MBG Sasar Anak dan Ibu, Tiga Daerah Jadi Pilot Project
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan langkah konkret dalam meningkatkan ketahanan gizi masyarakat.
Salah satu program unggulan yang saat ini tengah digalakkan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menyasar kelompok rentan seperti pelajar usia dini hingga remaja, serta ibu hamil dan menyusui.
Saat ini, implementasi MBG difokuskan di tiga daerah: Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara (Kukar).
Hal itu disampaikan Kartika Linda Pratiwi mewakili Badan Gizi Nasional (BGN) Kaltim saat ditemui dalam pameran Expo Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK se-Indonesia di Convention Hall Samarinda, Senin, 7 Juli 2025.
“Program Makan Bergizi Gratis saat ini berjalan di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara,” kata Kartika, disadur dari ANTARA, disadur di hari yang sama.
Menurut Kartika, salah satu fokus dalam pameran tersebut adalah memperkenalkan langsung contoh menu MBG kepada pengunjung.
Baca Juga: Satu Klik untuk Semua! Kaltim Hadirkan Platform SAKTI Multi-Layanan
Menu yang disediakan telah dirancang agar seimbang dan sesuai standar kebutuhan gizi harian.
“Untuk siswa SD kelas 4-6, SMP, serta ibu hamil dan menyusui, anggaran per porsi adalah Rp 10.000. Sementara itu, untuk siswa TK, PAUD, dan SD kelas 1-3 anggarannya Rp8.000 karena gramasinya lebih rendah,” jelas Kartika.
Menu yang disediakan setiap hari tidak monoton. Ia menekankan bahwa seluruh makanan telah ditakar secara tepat oleh ahli gizi, baik dari sisi kandungan maupun variasi.
Bahkan, karbohidrat tidak selalu berasal dari nasi, tapi bisa juga berupa kentang atau sumber lain yang setara secara nutrisi.
Kartika menyebutkan bahwa porsi MBG sudah mencakup seluruh unsur gizi yang dibutuhkan, mulai dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, hingga sayur dan buah.
Program ini tidak hanya memberi makan, tetapi sekaligus menjadi bentuk edukasi gizi praktis yang mudah diterima oleh anak-anak dan keluarga.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas