"Pemerintah kabupaten menyambut baik kolaborasi dengan Badan Bank Tanah," kata Mudyat Noor.
"Suksesnya Badan Bank Tanah juga menjadi cerminan suksesnya Kabupaten Penajam Paser Utara."
Ia juga menegaskan kesiapan daerah untuk menopang arus investasi yang masuk, khususnya sebagai daerah mitra terdekat IKN.
"Kami siap bangun fasilitas tunjang tingkatkan investasi dengan dukungan Badan Bank Tanah, dan bisa lompat lebih tinggi apakah dengan adanya IKN," pungkasnya.
Otorita IKN Perketat Pengawasan Proyek, Kualitas dan Estetika Jadi Fokus
Sebagai proyek strategis nasional dengan visi jangka panjang, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur tidak hanya menekankan kecepatan kerja, tetapi juga kedisiplinan dalam pelaksanaan konstruksi.
Otorita IKN kini semakin tegas mengawasi pelaksanaan proyek di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), guna menjamin kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.
Hal itu disampaikan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat meninjau progres proyek di kawasan Sepaku, Jumat, 5 Juli 2025.
“Pembangunan fisik harus dibarengi dengan kedisiplinan, tata kelola yang baik, serta perhatian terhadap lingkungan dan lanskap,” tegas Basuki, disadur dari ANTARA, Senin, 7 Juli 2025.
Baca Juga: IKN Kobarkan Semangat 17 Agustus, Meski Tanpa Kepastian Upacara Nasional
Basuki menekankan bahwa pembangunan ibu kota baru Indonesia bukan sekadar kerja infrastruktur, tetapi sebuah benchmark baru tentang bagaimana proyek berskala besar harus dilaksanakan secara tertib dan bertanggung jawab.
Hal-hal detail seperti pengangkutan material, kebersihan jalur transportasi, hingga penataan tanaman lanskap tak luput dari perhatian.
Ia menyoroti truk-truk pengangkut tanah dan batu dari quarry yang dinilai belum sepenuhnya mematuhi standar lalu lintas dan kebersihan jalan.
Jalur menuju IKN seperti tanjakan Polewali disebut harus selalu dalam kondisi bersih dan rapi, karena mencerminkan wajah pembangunan nasional.
“Kami akan stop tempat produksi beton siap pakai (batching plan) yang masih kotori jalan minimal dua bulan, serta muatan tanah dan split harus ditutup terpal,” ujarnya.
Selain aspek fisik, Otorita IKN juga memberi perhatian khusus pada penataan lanskap dan penanaman pohon yang dinilai masih belum optimal. Banyak tanaman yang ditanam tanpa memperhatikan prinsip dasar agronomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas