SuaraKaltim.id - Kasus makanan bergizi gratis (MBG) dalam kondisi basi yang ditemukan di SMA Negeri 13 Samarinda memantik perhatian serius dari DPRD Kalimantan Timur (Kaltim).
Wakil Ketua Komisi IV, Andi Satya Adi Saputra, menilai insiden ini harus menjadi bahan evaluasi agar tujuan besar program MBG tidak tercoreng.
Hal itu ia sampaikan pada Selasa, 16 September 2025.
“Program MBG sejatinya dirancang untuk memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang baik agar lebih sehat, cerdas, dan siap belajar. Namun, kejadian seperti ini mencerminkan lemahnya pengawasan mutu makanan,” tegasnya, disadur dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Rabu, 17 September 2025.
Komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesehatan menekankan perlunya pengetatan standar, mulai dari dapur atau Sentra Penyediaan dan Pengolahan Gizi (SPPG) hingga proses distribusi makanan.
“Standar kebersihan, penyimpanan, dan distribusi makanan harus diperketat. Perlu juga diperhatikan durasi sejak makanan disiapkan hingga disajikan. Jangan sampai sudah kadaluarsa atau basi karena terlalu lama,” ujarnya.
Lebih lanjut, politisi Golkar ini menekankan pentingnya transparansi.
Menurutnya, semua pihak, baik siswa maupun sekolah, tidak boleh ragu untuk menyampaikan laporan jika menemukan makanan yang tidak layak konsumsi.
“Keberanian siswa melapor justru bentuk kepedulian agar program ini bisa diperbaiki. Jangan sampai ditutupi, karena menyangkut kesehatan bersama,” katanya.
Baca Juga: 2.274 Siswa di Kutim Nikmati Makanan Gratis Perdana dari Program MBG
Ia juga mengingatkan sekolah agar tidak hanya berperan sebagai penerima, melainkan juga turut aktif mengawasi kualitas makanan.
“Komisi IV berkomitmen mengawal program MBG agar berjalan sesuai tujuan. Bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar memberi manfaat bagi generasi muda Kaltim,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Tak Bisa Diganti Uang Pribadi Gubernur, Kursi Pijat Rudy Mas'ud Bakal Dipindah
-
Pelajar SMK Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Ibu Ungkap Kronologi
-
Mensos Respons Kasus Siswa SMK Samarinda Meninggal usai Keluhkan Sepatu Sempit
-
Pemprov Kaltim Klarifikasi Perihal Heboh Anggaran Laundry Gubernur Senilai Rp450 Juta
-
Siswa Meninggal Gegara Sepatu Kekecilan, DPRD Samarinda Singgung Pendataan Lemah