-
Pemkab PPU akan membangun SPBU khusus petani di Desa Sebakung Jaya untuk memastikan ketersediaan BBM subsidi bagi alat dan mesin pertanian modern.
-
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto menegaskan komitmen pemerintah daerah: "Pemerintah kabupaten komitmen bangun infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan BMM pertanian."
-
SPBU ini diharapkan meningkatkan produktivitas pangan, terutama sebagai penopang IKN, dengan dukungan lahan padi seluas 14.070 hektare dan target panen lebih optimal pada musim tanam 2025.
SuaraKaltim.id - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),terus memperkuat dukungan terhadap sektor pangan dengan menyiapkan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus petani.
Fasilitas ini dirancang untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi pengoperasian alat dan mesin pertanian modern.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, saat ditemui di Penajam, Sabtu, 27 September 2025.
"Pemerintah kabupaten komitmen bangun infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan BMM pertanian," ujarnya, disadur dari ANTARA, Selasa, 30 September 2025.
Menurutnya, petani selama ini kesulitan mendapatkan BBM subsidi yang memadai.
Kondisi itu mendorong pemerintah daerah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) mengenai bentuk bangunan dan mekanisme pembangunan SPBU khusus tersebut.
"Petani kesulitan mendapat BBM subsidi yang cukup, jadi akan membangun SPBU khusus petani,” tambah Andi.
Lokasi pembangunan ditetapkan di Desa Sebakung Jaya yang merupakan sentra pangan utama bagi daerah yang sebagian wilayahnya masuk dalam Ibu Kota Nusantara (IKN) ini.
SPBU ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan traktor, mesin perontok padi, dan peralatan lain yang membutuhkan pasokan BBM dalam skala besar, terutama saat musim panen dan pengolahan lahan.
Baca Juga: IKN Masuki Babak Penting, Target 9.500 ASN pada 2029
Luas lahan padi produktif di PPU saat ini mencapai 14.070 hektare.
Pada 2024, hasil panen tercatat sekitar 50.672 ton gabah kering panen (GKP). Sementara untuk musim tanam pertama 2025, panen mencapai 24.500 ton GKP.
Andi menekankan, pembangunan SPBU bukan sekadar solusi bahan bakar, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan produksi pangan.
“Dengan BBM yang terjamin, petani bisa lebih optimal memanfaatkan musim tanam April–September 2025 untuk mendongkrak hasil panen,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Akhir Pekan Siaga di Kaltim: BMKG Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor Akibat Hujan Lebat Ekstrem
-
Temukan Promo Rumah, Mobil, dan Investasi di BRI Consumer Expo 2026
-
Mau Punya Properti tanpa Ribet? BRI KPR Solusi Siapkan Pembiayaan yang Fleksibel
-
Galaxy S26 Ultra vs S25 Ultra untuk Foto dan Video Malam: Mana yang Lebih Baik?
-
Renovasi Rumah hingga Biaya Pendidikan Lebih Mudah dengan Program BRI Multiguna Karya