-
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, mengingatkan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan kesiapan daerah untuk menghindari masalah seperti yang terjadi di luar Kalimantan.
-
Ia menyoroti rencana perubahan skema MBG menjadi bantuan langsung dan meminta pemerintah pusat mempertimbangkan dampaknya agar tidak merugikan pelaku yang telah berinvestasi.
-
Baba menekankan pentingnya pendampingan dan pengawasan teknis di dapur MBG, termasuk menjaga kualitas penyajian makanan agar tetap layak konsumsi.
SuaraKaltim.id - Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), H. Baba, mengingatkan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru.
Ia menilai, kesiapan daerah menjadi kunci agar pelaksanaan program nasional itu berjalan efektif tanpa menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Menurutnya, sejumlah permasalahan yang muncul di tahap awal pelaksanaan MBG justru banyak ditemukan di luar Kalimantan.
Hal itu ia sampaikan saat ditemui Rabu, 8 Oktober 2025.
“Sejauh ini temuan banyak di Jawa. Di Kaltim belum semua daerah menjalankan program MBG. Harapannya, jangan sampai permasalahan yang sama terjadi di sini,” ujar Baba disadur dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Kamis, 9 Oktober 2025.
Usai sempat absen dari kegiatan lapangan karena alasan kesehatan, Baba memastikan dirinya kembali aktif memantau pelaksanaan MBG di daerah.
“Saya tadi malam lihat agenda rapat hari ini, dan saya perkirakan banyak yang tidak hadir. Maka saya paksakan diri hadir, karena ini penting,” tuturnya.
Menanggapi rencana pemerintah pusat yang akan mengubah skema MBG menjadi bantuan langsung, Baba berharap kebijakan tersebut dipertimbangkan secara matang.
Ia menilai, jangan sampai kebijakan baru justru merugikan pelaku MBG yang sudah lebih dulu berinvestasi dalam program tersebut.
Baca Juga: Pastikan Makanan Aman, Dinkes Kaltim Kebut SLHS untuk Layanan MBG
“Kalau tiba-tiba ada perubahan sistem, kita khawatir pelaku MBG yang sudah berinvestasi justru dirugikan. Kasihan mereka. Karena itu, perlu penyesuaian dari pusat agar tidak disamaratakan. Daerah punya kondisi yang berbeda-beda,” tegasnya.
Baba menilai masih banyak pelaku MBG di daerah yang perlu pendampingan, terutama bagi wilayah yang baru menjalankan program ini.
Meski demikian, ia menilai beberapa daerah di Kutai Kartanegara (Kukar) sudah menunjukkan progres baik.
“Setahu saya, ada dua dapur MBG di Kukar yang berjalan cukup baik. Tapi memang perlu perhatian ekstra setiap hari, terutama dari pemilik dan pengawas MBG,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pengawasan detail terhadap aspek teknis penyajian makanan agar kualitas tetap terjaga.
“Misalnya nasi yang baru matang disimpan dalam kondisi tertutup rapat, itu bisa menimbulkan uap dan mempercepat basi. Hal-hal teknis seperti ini harus benar-benar diperhatikan agar kualitas makanan tetap terjaga,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Kronologi Wanita Muda di Samarinda Melahirkan Sendirian lalu Buang Bayinya
-
3 Mobil Kecil Honda buat Pemula, Pilihan Tepat di Awal 2026
-
6 Mobil Kecil Bekas Stylish untuk Wanita, Pilihan Aman yang Mudah Dikendarai
-
4 Mobil Bekas 50 Jutaan Kapasitas 7 Orang ke Atas, Pilihan Hemat Keluarga
-
4 Mobil Bekas di Bawah 150 Juta, Produksi Tahun Muda Jadi Pilihan Keluarga