-
Kecerdasan buatan (AI) dinilai menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan, mendorong guru untuk beradaptasi dan memanfaatkannya dalam proses pembelajaran.
-
AI dapat membantu guru dalam pembuatan konten, personalisasi materi, hingga efisiensi waktu, namun penggunaannya harus disertai etika dan transparansi.
-
Pemerintah melalui Kemendikbudristek mulai memperkenalkan pembelajaran koding dan AI dalam kurikulum guna menyiapkan ekosistem pendidikan yang adaptif dan inovatif.
Ia menambahkan, Kemendikdasmen telah mulai memperkenalkan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial sebagai bagian dari kurikulum baru.
Menutup kegiatan tersebut, Hetifah mengajak para guru di Kukar untuk terus belajar dan memimpin transformasi pendidikan di era digital.
“Transformasi pendidikan tidak bisa ditunda. Guru adalah ujung tombak yang akan memastikan teknologi hadir untuk memanusiakan, bukan menggantikan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi