-
Pemkot Samarinda tengah menyusun Raperda Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS bersama DPRD untuk memperkuat dasar hukum dan sinergi lintas sektor dalam penanganan penyakit menular.
-
Dinkes Samarinda menilai peningkatan kasus TBC mencerminkan deteksi dini yang makin masif, namun kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas masih menjadi tantangan utama.
-
Upaya penanggulangan dilakukan secara kolaboratif, melibatkan OPD lain, klinik swasta, dan edukasi masyarakat guna memperkuat pencegahan serta perbaikan lingkungan bagi penderita.
SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berupaya memperkuat sistem penanggulangan penyakit menular dengan menyiapkan dasar hukum khusus untuk menghadapinya.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkot kini tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS bersama Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Samarinda.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, Nata Siswanto, menjelaskan bahwa pembahasan bersama DPRD menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi dua penyakit yang telah menjadi prioritas nasional.
“Pertemuan ini kami lakukan untuk memberikan masukan agar penanggulangan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda bisa lebih optimal. Karena dua penyakit ini sudah menjadi prioritas nasional,” jelasnya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Sabtu, 1 November 2025.
Indonesia sendiri menempati posisi kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia setelah India, dan kondisi ini juga tercermin di Samarinda.
Meski angka kasus terbilang tinggi, Nata menilai hal itu merupakan indikasi positif dari deteksi dini yang semakin masif.
“Semakin banyak kita melakukan screening, semakin banyak pula kasus yang ditemukan. Tapi itu justru hal baik, karena artinya sistem deteksi kita berjalan,” terang Nata.
Tantangan lain yang masih dihadapi, lanjutnya, adalah kepatuhan pasien dalam menyelesaikan pengobatan TBC yang memerlukan waktu minimal enam bulan.
“Banyak yang berhenti di tengah jalan. Padahal kalau pengobatan dijalani sampai selesai, TBC bisa sembuh total. Pemerintah bahkan menyediakan obat gratis sampai tuntas,” tegasnya.
Baca Juga: Pasca Longsor, Terowongan Samarinda Diperkuat 72 Meter di Dua Titik Kritis
Selain penanganan medis, Dinkes Samarinda menggalang kerja sama dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu dari sisi lingkungan dan sosial.
Salah satunya dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) untuk memastikan penderita TBC memiliki rumah dengan ventilasi udara yang memadai.
“Rumah penderita TBC perlu sirkulasi udara yang baik. Jadi kami berkoordinasi dengan Dinas Perkim agar rumah dengan ventilasi buruk bisa dibantu melalui program perbaikan atau bedah rumah,” bebernya.
Dinkes juga melibatkan klinik swasta serta mendorong masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna memperluas jangkauan deteksi dini.
“Kalau merasa ada gejala atau ada anggota keluarga yang positif TBC, segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit. Jangan menunggu,” imbaunya.
Sementara untuk HIV/AIDS, mayoritas kasus di Samarinda masih disebabkan oleh perilaku berisiko tinggi, seperti penggunaan jarum suntik bersama dan hubungan sesama jenis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Berpangkat AKBP, Polisi Ngeyel Ditegur Merokok Sambil Nyetir Akhirnya Minta Maaf
-
Klarifikasi Lagi! Pemprov Ungkap Isu Rehab Rumah Dinas Gubernur Kaltim Rp25 Miliar
-
Tak Bisa Diganti Uang Pribadi Gubernur, Kursi Pijat Rudy Mas'ud Bakal Dipindah
-
Pelajar SMK Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Ibu Ungkap Kronologi
-
Mensos Respons Kasus Siswa SMK Samarinda Meninggal usai Keluhkan Sepatu Sempit