-
Unggahan di Facebook mengklaim Puan Maharani meminta Kejagung tidak menzalimi koruptor, namun klaim tersebut tidak didukung sumber kredibel.
-
Hasil penelusuran TurnBackHoax.id menunjukkan foto yang digunakan berasal dari pemberitaan Antaranews.com tahun 2023 tentang HUT PDIP, bukan konteks korupsi.
Klaim tersebut merupakan konten palsu (fabricated content) karena memuat narasi yang dibuat-buat dan tidak pernah diucapkan oleh Puan Maharani.
SuaraKaltim.id - Beredar sebuah unggahan di Facebook dari akun bernama “Kevin Hy” pada Jumat, 17 Oktober 2025, yang menampilkan foto Ketua DPR RI Puan Maharani disertai narasi berikut:
“Puan: Koruptor juga manusia.
DPR minta Kejagung untuk tidak mendzolimi koruptor, dan harus pikirkan kesejahteraannya meskipun mereka korupsi, mereka juga manusia.”
Unggahan tersebut kemudian menuai beragam reaksi dari warganet.
Hingga Rabu, 30 Oktober 2025, postingan ini telah disukai 51 akun, dibagikan ulang 7 kali, dan mendapat 42 komentar.
Melansir dari TurnBackHoax.id, tim pemeriksa fakta melakukan verifikasi dengan menelusuri klaim tersebut menggunakan kata kunci “Puan ke Kejagung: Negara tidak boleh mendzalimi koruptor” melalui mesin pencarian Google.
Hasilnya, tidak ditemukan informasi maupun pemberitaan kredibel dari media arus utama yang memuat pernyataan seperti dalam unggahan tersebut.
Penelusuran lebih lanjut dilakukan menggunakan Google Lens terhadap foto yang digunakan dalam unggahan.
Hasil pencarian menunjukkan bahwa potret tersebut bukan berasal dari konteks yang disebutkan, melainkan dari artikel Antaranews.com berjudul “Puan sebut ada kejutan saat HUT ke-50 PDIP, soal Capres-Cawapres?” yang tayang pada Januari 2023.
Dalam konteks aslinya, Puan membahas rencana pengumuman kandidat capres-cawapres PDIP untuk Pilpres 2024, bukan soal korupsi maupun Kejaksaan Agung.
Baca Juga: CEK FAKTA: Klaim Wamenag Muhammad Syafii Setujui Hukuman Mati Koruptor
Klaim bahwa Puan Maharani meminta Kejaksaan Agung untuk tidak menzalimi koruptor adalah tidak benar.
Unggahan tersebut menggunakan foto asli dalam konteks yang berbeda serta menambahkan narasi palsu yang tidak pernah diucapkan oleh Puan.
Dengan demikian, unggahan ini termasuk dalam kategori konten palsu (fabricated content) karena sepenuhnya memuat pernyataan yang dibuat-buat dan menyesatkan publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas