-
YJI Kaltim menegaskan penyakit jantung kini banyak menyerang usia produktif, dipicu pola hidup tidak sehat dan minim aktivitas, sehingga pencegahan harus dimulai sejak dini.
-
Pembentukan Klub Jantung Remaja akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan desa sebagai wadah edukasi, pendampingan gaya hidup sehat, dan kampanye anti-rokok bagi generasi muda.
YJI juga mendorong pemeriksaan jantung dini serta membantu pasien dari keluarga tidak mampu, sambil mengajak lebih banyak pihak berpartisipasi dalam dukungan dan donasi.
Namun dukungan donatur di Kaltim masih terbatas.
“Kita berharap semakin banyak pihak peduli pada anak-anak dengan penyakit jantung bawaan. Karena mereka masih punya harapan hidup panjang,” ujarnya.
Sugeng menegaskan kembali pesan besar tema peringatan tahun ini.
“Artinya jangan sampai melewatkan satu detik pun untuk peduli pada kesehatan jantung. Jangan sampai berhenti berdetak,” tutupnya.
Kontributor: Giovanni Gilbert
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi