- BPS menyatakan petani Kaltim secara umum makmur sepanjang 2025.
- Hal itu dibuktikan dengan indikator untuk melihat tingkat daya beli petani.
- Daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa juga jadi acuan.
SuaraKaltim.id - Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur (BPS Kaltim) menyebut secara umum tingkat kehidupan petani di provinsi ini tetap makmur sepanjang 2025.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menyatakan hal itu dibuktikan dengan nilai tukar petani yang rata-rata jauh di atas 100, tepatnya sebesar 146,57.
"NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani di kawasan perdesaan. NTP dihitung dengan membandingkan antara indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib)," katanya dikutip dari Antara, Selasa (6/1/2026).
NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi, sehingga semakin tinggi NTP, maka secara relatif makin kuat pula tingkat daya beli petani.
Sedangkan rata-rata NTP sepanjang 2025 yang sebesar 146,57 itu, rincian per bulan adalah pada Januari sebesar 147,36, Februari sebesar 148,10, Maret 148,93, April 145,58, Mei 144,99, Juni 143,68, Juli 142,89, Agustus 144,66, September 146,50, Oktober 148,98, November 148,33, dan Desember sebesar 147,89.
Yusniar menyatakan, khusus pada Desember 2025, NTP yang sebesar 147,89 atau turun 0,30 persen ketimbang bulan sebelumnya, hal ini terjadi karena It hanya naik 0,13 persen, sementara Ib naik sebesar 0,43 persen.
Jika dirinci, maka dari lima subsektor pertanian yang dilakukan survei oleh BPS Kaltim adalah, Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 102,97, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 115,21.
Kemudian Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 209,07, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 108,13, serta Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) sebesar 102,56.
Dia menjelaskan bahwa pada Desember 2025, terdapat tiga subsektor yang mengalami penurunan NTP, yaitu subsektor tanaman pangan turun 0,03 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat minus 1,13 persen, dan subsektor perikanan minus 0,34 persen.
Sebaliknya, dua subsektor lainnya mengalami kenaikan, yaitu subsektor hortikultura naik sebesar 3,62 persen dan subsektor peternakan naik 0,78 persen.
Segaris dengan NTP, maka Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kaltim pada Desember 2025 juga turun, sehingga menjadi 153,93 atau turun 0,13 persen dibandingkan dengan NTUP pada November 2025 yang tercatat sebesar 154,13. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
Terkini
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla
-
Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Sofifi, Buka Ruang UMKM Tumbuh
-
Enam Perusahaan di Kalimantan Dijatuhi Sanksi Imbas Karhutla Areal Konsesi
-
Kaltim Tetapkan Siaga Bencana Karhutla Imbas Fenomena El Nino