- Mahasiswa penerima Beasiswa Gratispol mendapat kabar status mereka dibatalkan.
- Pencabutan status beasiswa yang disampaikan belakangan menjadi permasalahan serius.
- Pembatalan beasiswa tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis mahasiswa.
SuaraKaltim.id - Pembatalan Beasiswa Gratispol setelah mahasiswa menjalani satu semester perkuliahan menimbulkan ketidakpastian serius bagi penerima.
Mahasiswa yang sebelumnya dinyatakan lolos secara resmi kini harus menanggung konsekuensi finansial dan akademik akibat pencabutan status beasiswa yang disampaikan belakangan, tanpa kepastian penyelesaian atas biaya yang telah dikeluarkan.
Keberatan atas pembatalan tersebut disampaikan secara tertulis oleh Ade Rahayu Putri Jaya, mahasiswi program magister Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kelas eksekutif.
Dalam pernyataannya, Ade menjelaskan bahwa sejak 2025 dirinya bersama mahasiswa lain telah menerima pengumuman resmi sebagai penerima Beasiswa Program Gratispol dan memulai perkuliahan berdasarkan keputusan tersebut.
"Sejak tahun 2025 kami telah dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Gratispol dan berdasarkan informasi resmi tersebut kami telah menjalani satu semester perkuliahan," tulis Ade dalam pernyataan tertulisnya, Senin (19/1/2026).
Ade menyebut, pada tahap awal penyampaian informasi, mahasiswa juga menerima keterangan bahwa biaya pendidikan yang telah dibayarkan akan diganti melalui skema beasiswa.
Informasi itu menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengambil keputusan akademik, termasuk melanjutkan studi dan menanggung biaya awal perkuliahan.
Namun situasi berubah setelah satu semester berjalan. Mahasiswa penerima justru menerima pemberitahuan bahwa status mereka sebagai penerima Beasiswa Gratispol dibatalkan.
"Namun setelah satu semester berjalan, kami justru diberitahu bahwa status kami digagalkan," terangnya.
Menurut dia, pencabutan status tersebut datang ketika mahasiswa telah terikat secara akademik dan finansial dengan institusi pendidikan.
Kondisi ini, kata Ade, menempatkan mahasiswa pada posisi yang sulit karena harus menanggung biaya pendidikan tanpa kepastian dukungan beasiswa yang sebelumnya dijanjikan.
Ade menilai dampak pembatalan tidak berhenti pada persoalan biaya. Ia menyebut keputusan tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis mahasiswa.
"Hal ini menimbulkan dampak yang sangat berat bagi kami, baik secara finansial maupun psikologis," ungkapnya.
Ade menjelaskan bahwa banyak penerima Beasiswa Gratispol merupakan mahasiswa kelas eksekutif yang bekerja sambil kuliah.
Dengan asumsi adanya beasiswa, mahasiswa telah menyusun perencanaan keuangan, membagi waktu antara pekerjaan dan studi, serta menyampaikan keputusan melanjutkan pendidikan kepada keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Kronologi Pengungkapan Pabrik Pil Narkotika di Rumah Kos Samarinda
-
Sudah Kuliah Satu Semester, Status Beasiswa Gratispol Mahasiswa Dicabut
-
Terbongkar Industri Narkoba Jenis Pil 'Iron Man' di Kos-kosan Samarinda
-
Promo Diskon Tambah Daya Listrik PLN 50 Persen Berakhir Besok
-
5 Mobil Bekas Sekeren Honda Brio di Bawah 50 Juta, Lebih Hemat Biaya Operasional