Eko Faizin
Senin, 20 April 2026 | 11:45 WIB
Pelantikan Pengurus Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kaltim masa bakti 2026-2031. [Ist]
Baca 10 detik
  • PMTI Kalimantan Timur menggelar acara pelantikan untuk masa bakti 2026-2031.
  • Momen tersebut diwarnai deklarasi dukungan terhadap Ketua Umum PMTI Pusat.
  • Pada acara itu mendeklarasikan Yulius Selvanus Lumbaa kembali pimpin PMTI Pusat.

SuaraKaltim.id - Pelantikan Pengurus Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kalimantan Timur (Kaltim) masa bakti 2026-2031 berlangsung khidmat dan diwarnai momen penting berupa deklarasi dukungan terhadap Ketua Umum PMTI Pusat.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Ketua PMTI Kaltim yang baru dilantik, Dr Nataniel Tandirogang, dalam forum resmi yang dihadiri berbagai tokoh daerah dan nasional.

Di hadapan para undangan, Nataniel secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa untuk kembali memimpin PMTI Pusat periode berikutnya.

Yulius yang juga menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara hadir dalam acara tersebut sebagai tamu kehormatan.

"Kami seluruh pengurus PMTI Kaltim mendeklarasikan Pak Yulius Selvanus Lumbaa untuk dipilih kembali menjadi Ketua PMTI Pusat periode 2026-2031. Secara aklamasi!" ujar Nataniel.

Deklarasi ini mencerminkan dukungan kuat dari komunitas Toraja di Kalimantan Timur terhadap kepemimpinan Yulius, yang dinilai mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus memperluas peran PMTI di berbagai daerah.

PMTI merupakan organisasi berbasis kekeluargaan yang menaungi masyarakat Toraja di berbagai wilayah Indonesia.

Organisasi ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan, khususnya dalam menjaga identitas dan solidaritas komunitas Toraja di perantauan.

Dalam konteks ini, figur kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan program dan arah organisasi.

Menanggapi dukungan tersebut, Yulius Selvanus Lumbaa menegaskan bahwa PMTI tetap berpegang pada prinsip non-politik.

Ia menekankan bahwa organisasi ini tidak memiliki afiliasi dengan kepentingan politik tertentu, melainkan berfokus pada penguatan masyarakat Toraja di berbagai sektor.

"PMTI ini organisasi kekeluargaan. Bukan partai politik. Tidak ada afiliasi ke mana-mana. Kami murni bergerak untuk masyarakat Toraja di rantau," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kontribusi masyarakat Toraja di daerah tempat mereka tinggal.

Menurutnya, keberadaan komunitas di perantauan harus memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar, baik melalui kegiatan sosial maupun pembangunan sumber daya manusia.

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, di mana pun kita tinggal, kita harus berkontribusi. Jangan hanya numpang hidup. Bantu daerah ini, bantu pemerintah di sini. Sinergi di semua bidang: sosial, agama, pendidikan," pesannya.

Load More