- Realisasi investasi Kota Bontang 2025 mencapai Rp3,08 triliun.
- Kinerja tersebut melampaui target dan menunjukkan tren positif.
- Capaian itu meningkat 13,66 persen dibanding tahun sebelumnya.
Masuknya investasi pada sektor properti dan hospitality menandakan adanya perkembangan ekonomi di luar sektor industri berat.
Bontang yang selama ini dikenal sebagai kota industri mulai memperlihatkan potensi pertumbuhan sektor jasa dan pendukung perkotaan.
Pertumbuhan hotel dan restoran misalnya, tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya mobilitas tenaga kerja, aktivitas bisnis, hingga kebutuhan penunjang industri di daerah tersebut. Kondisi itu memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi di Bontang mulai bergerak lebih luas.
Sementara pada PMDN, sektor industri pengolahan mendominasi struktur investasi. Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi menjadi penyumbang terbesar dengan porsi mencapai 85,96 persen.
Setelah itu disusul sektor perdagangan dan reparasi sebesar 5,18 persen, industri logam dasar dan barang logam bukan mesin sebesar 3,16 persen, usaha jasa lainnya sebesar 2,32 persen, serta hotel dan restoran sebesar 1,12 persen.
Besarnya kontribusi industri kimia memperlihatkan bahwa Bontang masih sangat bergantung pada sektor industri pengolahan. Hal ini sejalan dengan keberadaan sejumlah industri besar yang telah lama beroperasi di kota tersebut dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Selain didukung industri besar, ekosistem penunjang seperti logistik, jasa perdagangan, hingga sektor pendukung lainnya turut memperkuat daya tarik investasi Bontang.
Infrastruktur kawasan industri dan posisi geografis yang strategis di Kalimantan Timur juga menjadi faktor penunjang.
Meski investasi tumbuh signifikan, distribusinya antarwilayah di Bontang masih belum merata. DPMPTSP mencatat mayoritas investasi terkonsentrasi di Kecamatan Bontang Utara dengan nilai mencapai Rp1,17 triliun atau sekitar 98,94 persen dari total investasi.
Sementara itu, investasi di Bontang Barat tercatat Rp9,36 miliar atau 0,79 persen. Adapun Bontang Selatan hanya memperoleh investasi Rp3,20 miliar atau sekitar 0,27 persen.
Konsentrasi investasi di Bontang Utara memperlihatkan kawasan tersebut masih menjadi pusat utama aktivitas ekonomi dan industri. Di sisi lain, wilayah lain dinilai masih memiliki ruang pengembangan yang cukup besar.
Ketimpangan distribusi investasi itu menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah daerah. Sebab, pemerataan investasi dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Muhammad Aspian Nur mengatakan pemerintah daerah tidak hanya berfokus mengejar angka investasi, tetapi juga kualitas dan pemerataan investasi di seluruh wilayah kota.
"Kami tidak hanya fokus pada peningkatan angka investasi, tetapi juga pada kualitas dan pemerataan investasi. Ke depan, kami akan memperkuat promosi potensi wilayah serta meningkatkan pelayanan perizinan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi," jelasnya.
Menurut dia, penguatan sistem pelayanan perizinan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kepercayaan investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun Kepada 83.210 Debitur Hingga September 2026
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim