Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini Tiga Daerah Utama Penyumbang Kasus Covid-19 di Kaltim Hingga 15 Oktober

Chandra Iswinarno Kamis, 15 Oktober 2020 | 21:27 WIB

Ini Tiga Daerah Utama Penyumbang Kasus Covid-19 di Kaltim Hingga 15 Oktober
Ilustrasi Covid-19. (Pixabay/geralt)

Jumlah pasien yang dirawat di Samarinda masih berada di peringkat pertama, yakni 761 orang. Kemudian disusul Kutai Kartanegara 701 orang, dan Balikpapan berjumlah 649 orang.

SuaraKaltim.id - Balikpapan masih berada pada posisi teratas kota yang menjadi penyumbang kasus terbanyak Virus Corona atau Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim).

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Covid-19 Kaltim, total kasus di Kota Balikpapan mencapai 3.489 kasus, disusul Samarinda 3.460 kasus dan Kutai Kartanegara dengan 1.753 kasus.

Sedangkan, tujuh kabupaten dan kota lainya jumlah kasus yang terjadi masih di bawah seribu kasus.

Meski begitu, jumlah pasien yang dirawat di Samarinda masih berada di peringkat pertama, yakni mencapai 761 orang. Kemudian disusul Kutai Kartanegara 701 orang, dan Balikpapan berjumlah 649 orang.

Selain itu, tambahan kasus sembuh pada Kamis (15/10/2020) tercatat sebanyak 135 kasus. Dengan rincian di Berau 11 kasus, Kutai Kartanegara 40 kasus, Kutai Timur 6 kasus, Paser 3 kasus,Penajam Paser Utara 2 kasus, Balikpapan 43 kasus, Bontang 6 kasus dan Samarinda 24 kasus.

Sedangkan kasus kematian dilaporkan bertambah tujuh kasus yang tersebar di Kutai Kartanegara 2 kasus, Kutai Timur 1 kasus, Balikpapan 2 kasus dan Samarinda 2 kasus.

Sebelumnyam, Tren peningkatan kasus baru Virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukan grafik naik.

Berdasar data yang dirilis pada Kamis (15/10/2020), ada tambahan 165 kasus baru yang terkonfirmasi positif di provinsi tersebut.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak menyampaikan, akumulasinya sudah mencapai 11.212 kasus.

"Dominasi kasus baru masih terjadi di tiga wilayah yakni Samarinda dengan 51 kasus, Balikpapan dengan 34 kasus dan Kutai Kartanegara dengan 32 kasus," ujar Andi Muhammad Ishak seperti dilansir Antara di Samarinda.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait