alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Usai Gagal Juara di Thailand Open 2021, Melati: Kami Harus Banyak Koreksi

Reky Kalumata Minggu, 17 Januari 2021 | 23:29 WIB

Usai Gagal Juara di Thailand Open 2021, Melati: Kami Harus Banyak Koreksi
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti saat memainkan laga perempat final Yonex Thailand Open 2021 di di Impact Arena, Bangkok, Jumat (15/1/2021). [BWF/Badmintonphoto]

Ganda campuran Indonesia dikalahkan pasangan tuan rumah di final

SuaraKaltim.id - Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti mengaku akan melakukan koreksi diri guna meningkatkan performanya setelah gagal meraih gelar juara pada ajang Yonex Thailand Open 2021.

Dalam pertandingan babak final di Impact Arena, Bangkok, Minggu, Praveen/Melati ditaklukkan oleh pasangan tuan rumah Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 3-21, 22-20, 18-21.

"Kami sedikit kecewa. Selama permainan, kami tidak bisa mengubah nasib kami dan itulah yang kami sesali. Ini adalah hasilnya. Kami harus melakukan banyak koreksi untuk masa depan,” kata Melati dikutip Antara dari laman PBSI, Minggu (17/1/2021).

Juara ganda campuran Yonex Thailand Open 2021 Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (kanan) dan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (kiri) di Impact Arena, Bangkok, Minggu (17/1/2021). Badmintonphoto/BWF/Erika Sawauchi
Juara ganda campuran Yonex Thailand Open 2021 Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (kanan) dan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (kiri) di Impact Arena, Bangkok, Minggu (17/1/2021). Badmintonphoto/BWF/Erika Sawauchi

Sejak awal permainan, Praveen / Melati memang kerap tertinggal. Mereka bahkan kalah telak pada gim pertama dengan kedudukan 3-21. Keduanya pun mengakui banyak melakukan kesalahan sendiri selama bertanding.

Baca Juga: Air Mata Greysia Polii Setelah Ukir Rekor Bersama Apriyani Rahayu

Sementara itu, Puavaranukroh / Taerattanachai terus bermain gigih sepanjang pertandingan. Meski kalah pada gim kedua, namun pasangan unggulan pertama itu cepat bangkit untuk memperbaiki keadaan.

Penampilannya yang sangat agresif pada gim ketiga akhirnya membawa mereka menjadi juara turnamen level Super 1000 tersebut.

Kedua pasangan itu tercatat pernah bertemu di enam turnamen sebelumnya. Praveen/Melati pun unggul dengan raihan empat kemenangan atas pasangan dari negeri gajah putih tersebut.

Akan tetapi, jika dilihat dari segi peringkat, Puavaranukroh/Taerattanachai memang lebih diunggulkan karena saat ini mereka merupakan ganda campuran rangking ketiga dunia. Sedangkan Praveen/Melati menempati peringkat keempat.

“Kami tahu, mereka (Puavaranukroh/Taerattanachai) akan siap untuk pertandingan ini, melawan kami. Sejak awal, kami berada di bawah tekanan dan berusaha menghadapinya. Kami bisa menang di gim kedua, tapi kami gagal lagi di dim ketiga. Kami banyak membuat kesalahan sendiri,” pungkas Melati.

Baca Juga: Thailand Open 2021: Kalah di Final, Praveen / Melati Jadi Runner up

Sebagai runner up, Praveen/Melati membawa pulang hadiah sebesar 35.000 dolar AS, sedangkan Puavaranukroh/Taerattanachai mendapat 74.000 dolar AS.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait