Sempat Hilang 172 Tahun, Burung Endemik Pelanduk Kalimantan Ditemukan

Diungkapkan Kepala Balai Taman Nasional (TN) Sebangau Andi Muhammad Kadhafi mengungkapkan, Pelanduk Kalimantan ditemukan di Batulicin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sapri Maulana
Rabu, 03 Maret 2021 | 19:33 WIB
Sempat Hilang 172 Tahun, Burung Endemik Pelanduk Kalimantan Ditemukan
Burung pelanduk Kalimantan muncul lagi. (dok.Kanalkalimantan.com/M Suranto)

SuaraKaltim.id - Burung endemik Pelanduk Kalimantan atau malacocincla perspicillata membuat kejutan. Bagaimana tidak, sempat hilang selama 172 tahun, kini kembali ditemukan.

Diungkapkan Kepala Balai Taman Nasional (TN) Sebangau Andi Muhammad Kadhafi mengungkapkan, Pelanduk Kalimantan ditemukan di Batulicin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Lokasi penemuannya memang bukan di TN Sebangau Kalteng, tapi di Batulicin, Kalsel,” kata Andi, dilansir  Kanalkalimantan.com—jaringan Suara.com—dari situs travelplusindonesia.

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Teguh Willy Nugroho, dari TN Sebangau membantu mengidentifikasi burung tersebut.

Baca Juga:Dikira Sudah Punah, Burung Pelanduk Kalimantan Muncul Lagi

Bahkan, penemuan Pelanduk Kalimantan telah diulas jurnal ilmiah versi Bahasa Inggris, Teguh menjadi salah satu penulisnya.

Pelanduk Kalimantan, kata Teguh, pertama kali ditemukan M Suranto, penduduk sekitar lokasi penemuan, saat mencari hasil hutan.

“Ada satu ekor burung yang ditemukan. Kemudian dia foto dan dikomunikasikan kepada kami,” terangnya.

Setelah diidentifikasi, nama burungnya benar Pelanduk Kalimantan (Malacocincla perspicillata). Pelanduk dalam Bahasa Melayu tahi lalat tapi dalam Bahasa Indonesia bisa berarti kancil.

“Mungkin karena burung-burung kelompok ini suka mengendap-endap di semak-semak mirip pelanduk atau kancil, jadi dinamakan burung Pelanduk Kalimantan” ujar Teguh.

Baca Juga:Burung Pelanduk Kalimantan Ditemukan Setelah 172 Tahun Hilang

Dia juga menjelaskan, terkait mengapa burung tersebut baru ditemukan, setelah 172 tahun lamanya menghilang.

Pertama karena jumlah ilmuwan/pengamat burung di Indonesia yang masih sedikit. Kedua, daya jelajah mereka terbatas, dan ketiga akses ke sejumlah lokasinya sangat jauh dan sulit.

“Kemungkinan keempat, jumlah burung atau populasinya di alam sangat kecil atau sangat endemik di suatu tempat saja,” ungkapnya.

Bermula dari percakapan di grup WA Galeatus, M. Suranto dan Fauzan mengatakan telah menemukan buruh ‘aneh’ yang tak biasa mereka lihat, pada 7/10/2020 lalu.

“Dari situ berlanjut ke obrolan admin, kebetulan saya salah satu admin di Galeatus tersebut,” terang Teguh.

Sempat diasumsikan spesies baru, sebab, berdasarkan pengamatan Teguh, dari sisi fisik burung tersebut, pihaknya tidak menemukan spesies manapun yang cocok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini