- Bahlil Lahadalia melontarkan candaan terhadap Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.
- Menteri ESDM itu meminta Rudy Mas'ud berdiri dan menyebut Gubernur viral.
- Bahlil menyampaikan itu saat pemaparannya proyek strategis blok migas baru.
SuaraKaltim.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melontarkan candaan kepada Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud yang belakangan ini perbincangan publik.
Bahlil menyampaikan hal tersebut di tengah pemaparannya mengenai proyek strategis blok migas baru di Kaltim oleh perusahaan energi Eni.
Dia secara khusus menyapa dan meminta Gubernur Rudy Mas'ud yang hadir dalam acara untuk berdiri di hadapan para peserta forum.
"Pak Rudy, berdiri Pak Rudy. Ini Gubernur Kalimantan Timur yang lagi viral. Yang lagi viral. Pak Rudy, kalau kita jadi pejabat, nggak viral itu nggak top. Karena kita viral, maka kita top. Plus minus itu biasa," ujar Bahlil melansir Kaltimtoday--jaringan Suara.com, Rabu (20/5/2026).
Menteri ESDM menekankan pentingnya kemampuan seorang kepala daerah dalam memitigasi serta menyiasati situasi saat sedang menjadi sorotan publik luas.
"Tinggal bagaimana cara kita memitigasi dan mensiasati. Dengan kata lain, harus kita ola-ola sedikit kira-kira begitu," kata Bahlil yang disambut tawa para peserta acara.
Di akhir pernyataannya, Bahlil juga menyinggung latar belakang dan posisi politik Rudy Mas'ud sebagai Ketua Golkar di daerah.
Ia meminta Rudy untuk tetap konsisten dan tidak gentar dalam menghadapi dinamika kepemimpinan yang ada.
"Nggak apa-apalah, kamu itu Golkar kok, nggak apa-apa. Jadi nggak ada itu kita mundur-mundur," ungkap Bahlil.
Menurut Bahlil, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar bagi seorang pejabat publik yang tengah memimpin daerah.
Sementara memberikan apresiasi terhadap pengumuman perolehan blok migas baru di Kaltim.
Proyek tersebut dilaporkan memiliki potensi 5 TCF gas dan diproyeksikan mampu menghasilkan 200 ribu barel kondensat ekuivalen.
Bahlil menjelaskan bahwa persetujuan kerja sama untuk proyek yang ditargetkan mulai berproduksi pada rentang tahun 2028-2029 tersebut telah ditandatangani bersama dengan pihak Petronas.
Langkah ini dinilai menjadi sebuah capaian baru dalam sektor energi nasional.