alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dugaan Investasi Bodong 212 Mart, Berikut Klarifikasi Koperasi Syariah 212

Sapri Maulana Kamis, 06 Mei 2021 | 16:17 WIB

Dugaan Investasi Bodong 212 Mart, Berikut Klarifikasi Koperasi Syariah 212
Suasana 212 Mart Samarinda di Jalan Gerilya yang sunyi senyap. (Muhammad Budi Kurniawan/Presisi.co)

Berikut poin klarifikasi resmi dari Koperasi Syariah 212:

SuaraKaltim.id - Koperasi Syariah Pusat sebagai pemilik merek dagang 212 memberi klarifikasi soal dugaan investasi bodong 212 Mart di Kota Samarinda.

Berikut poin klarifikasi resmi dari Koperasi Syariah 212:

Antara KS 212 (pusat) dengan komunitas adalah entitas hukum yang berbeda, dalam komunitas komunitas di Samarinda diwakili oleh Koperasi Syariah Sahabat Muslim Samarinda (yang disingkat KSSMS).

Hubungan antara Koperasi Syariah 212 dengan KSSMS adalah kerjasama penggunaan merk 212Mart yang dituangkan dalam kerjasama yang memuat hak dan kewajiban para pihak. Adapun penghimpunan dana oleh pengurus KSSMS adalah di luar lingkup PKS tersebut

Baca Juga: Koperasi Syariah 212 Pusat Bantah Investasi Bodong 212 Mart

Penghimpunan dana yang dilakukan KSSMS merupakan domain internal KSSMS yang dalam hal ini merupakan tindakan atas nama KSSMS sendiri dan sama sekali tidak terkait dengan Koperasi Syariah 212

Didalam PKS yang ditandatangani, KSSMS tidak menjalankan kewajibannya untuk mengirimkan Laporan keuangan setiap bulan dan memberikan hasil kepada Koperasi Syariah 212.

Sebelumnya, investasi bodong 212 Mart muncul sejak Oktober 2020. Skandal Investasi bodong 212 Mart dimulai dari gaji karyawan yang belum dibayarkan.

Bahkan setelah operasional 212 Mart ditutup tanpa pengembalian investasi yang dibayarkan. Tidak hanya itu, pengurus koperasi pun menghilang dan sulit dihubungi. Oleh sebab itulah warga melapor.

Investasi bodong 212 Mart di Samarinda merugikan investor miliaran rupiah. Investor 212 Mart datang dari kalangan masyarakat biasa. Nilai investasi bodong 212 Mart tiap warga beragam, mulai dari Rp500.000 sampai dengan Rp20 juta rupiah.

Baca Juga: Penjelasan Ketua PA 212 Soal Investasi Bodong 212 Mart di Samarinda

Sebelumnya, ratusan warga melaporkan investasi bodong 212 Mart ke Polresta Samarinda. Mereka mendatangi polisi karena merasa ditipu oleh pengurus Koperasi 212 Samarinda setelah mengundang investasi untuk mendirikan pusat perbelanjaan 212 Mart.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait