alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wali Kota Andi Harun Klaim Titik Banjir di Samarinda Berkurang

Chandra Iswinarno Jum'at, 25 Juni 2021 | 17:37 WIB

Wali Kota Andi Harun Klaim Titik Banjir di Samarinda Berkurang
Wali Kota Samarinda, Andi Harun [Antaranews Kaltim/Arumanto]

Meski baru beberapa bulan menjabat sebagai Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengklaim sejumlah titik banjir yang selama ini ada di ibu kota Samarinda tersebut sudah berkurang.

SuaraKaltim.id - Meski baru beberapa bulan menjabat sebagai Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengklaim sejumlah titik banjir yang selama ini ada di ibu kota Samarinda tersebut sudah berkurang.

Dalam unggahannya di media sosial Facebook pada Kamis (24/6/2021), Andi mengungkapkan hal tersebut setelah selama dua hari berturut-turut, Kota Samarinda diguyur hujan.

"Titik genangan mulai berkurang," tulis Andi Harun seperti dilansir Presisi.co-jaringan Suara.com.

Dia juga mengemukakan, program penanggulangan banjir skala besar hingga saat ini masih belum dilakukan pemkot, karena terkendala anggaran. Tetapi, dia mengklaim jika debit air sudah cukup berkurang di titik-titik banjir. Dia mencontohkan, seperti di kawasan Simpang Empat Sempaja, Simpangan Lembuswana, Simpang Jalan Pasundan, dan beberapa titik lainnya.

Baca Juga: Selain Curah Hujan Tinggi, Ini Penyebab Banjir Samarinda

Meski begitu, dia menyebut, keberhasilan tersebut merupakan buah gotong royong yang dilakukan Pemkot Samarinda bersama masyarakah yang selama ini digaungkannya, dalam program Probebaya.

Ia memaparkan hal itu terdokumentasi melalui CCTV di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Samarinda Ifran menjelaskan, secara umum daerah titik rendah itu sejatinya masih terdapat banjir. Namun intensitasnya lebih cepat surut.

"Sebentar hujan selesai, air juga cepat surut. Jadi tidak sempat tinggi seperti waktu yang lalu. Sekarang, sebentar saja cepat surut," tuturnya, Jumat 25 Juni 2021.

Dia juga menyebut, surutnya banjir yang lebih cepat dibanding sebelumnya karena program pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM). Selain itu, program pembersihan drainase yang kini membuat air semakin lancar.

Baca Juga: Banjir Samarinda Telan Korban Jiwa, Satu Remaja Perempuan Tewas Kesetrum

"Pengaruhnya itu, karena drainase sudah berjalan. Normalisasi SKM sedang berjalan. Kalau biasanya banjir itu waktunya hingga dua jam. Sekarang hanya beberapa menit," ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait