Tak Hanya Ciptakan Vaksin Covid-19, AstraZeneca Juga Kembangkan Obat Untuk Penyakit Wilson

Penyakit tersebut merupakan kondisi genetik yang mengganggu kemampuan tubuh untuk menghilangkan tumpukan tembaga.

Denada S Putri
Jum'at, 27 Agustus 2021 | 06:25 WIB
Tak Hanya Ciptakan Vaksin Covid-19, AstraZeneca Juga Kembangkan Obat Untuk Penyakit Wilson
Vaksin AstraZeneca. [ANTARA]

SuaraKaltim.id - Selama ini kita hanya tau bahwa AstraZeneca hanya menciptakan vaksin Covid-19 saja. Belakangan ini, pengembangan untuk obat langka juga dilakukan. Diketahui pula, pengembangan ini telah memasuki uji akhir.

Berdasarkan saduran dari Suara.com, uji akhir tersebut menunjukkan obat buatannya untuk penyakit langka yang menyebabkan tumpukan tembaga di dalam tubuh, tiga kali lebih berhasil membantu membersihkan tumpukan dari jaringan, jika dibandingkan perawatan biasa.

Obat itu sebelumnya dikembangkan oleh unit penyakit langka, Alexion. Kemudian diakuisisi oleh AstraZeneca.

Pengujian obat itu untuk penyakit Wilson. Penyakit tersebut merupakan kondisi genetik yang mengganggu kemampuan tubuh untuk menghilangkan tumpukan tembaga.

Baca Juga:Suntikan Dosis Kedua dengan Vaksin COVID-19 Berbeda, Bolehkah? Ini Kata Kemenkes

Obat oral eksperimental yang diminum sehari sekali itu, mampu memberikan opsi yang kurang invasif untuk pasien yang biasanya diberikan pengobatan yang melibatkan suntikan penghilang logam, ke dalam darah atau terapi zinc.

"Selama kami mengembangkan inovasi pertama dalam pengobatan penyakit Wilson selama lebih dari 30 tahun, kami akan terus memantau pasien-pasien ini dalam jangka panjang untuk menilai dampak klinis lebih lanjut pada gejala penyakit," kata CEO Alexion Marc Dunoyer, Jumat (27/8/2021).

Tumpukan tembaga dapat menyebabkan penyakit liver dan gejala neurologis atau kejiwaan. Seperti perubahan dalam kepribadian, kesulitan berjalan, tremor, berbicara atau bahkan menelan.

Studi itu mampu memenuhi tujuan utama untuk memperbaiki tembaga rata-rata harian, yang berasal dari jaringan selama 48 pekan.

Pengobatan itu telah diberikan status "Orphan Drug" di Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk membantu mempercepat pengembangan.

Baca Juga:Ratusan Napi di Cianjur Disuntik Vaksin Dosis Kedua

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini