alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Potensi Ekspor dan Nilai Jual Tinggi, Bertani Porang Dianggap Alternatif di Masa Covid-19

Denada S Putri Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:30 WIB

Potensi Ekspor dan Nilai Jual Tinggi, Bertani Porang Dianggap Alternatif di Masa Covid-19
Antusias masyarakat menanam porang di Balikpapan. [Inibalikapan.com]

Tanaman tersebut dinilai cocok ditanam di tanah Balikpapan yang tidak terlalu subur.

SuaraKaltim.id - Ketika pandemi, perekeonomian Indonesia mengalami penurunan. Berbagai macam komoditas yang ada, dilirik dan dicari peluangnya untuk bisa membangkitkan perekonomian Bumi Pertiwi.

Termasuk di Balikpapan. Budidaya jenis tanaman porang dilihat memiliki nilai jual cukup tinggi jika dijual ke luar negeri.

Berbagai macam pelatihan pun dilakukan Pemerintah Kota Minyak untuk para petani porang. Tujuannya agar para petani di Balikpapan memiliki kesempatan lain untuk bisa menambah wawasan dan bisa maksimal menjalankan usahanya bertani porang.

“Dalam menjalankan semua jenis usaha, satu hal yang penting dimiliki di samping modal dan keuletan, adalah ilmu. Tanpa ilmu, besar kemungkinan si pelaku usaha akan mengalami kendala, dan apabila tidak berhasil menemukan solusi, maka biasanya usahanya akan berhenti, dan ini tentu sangat disayangkan,” ujar Muhammad Noor Asisten II Ekobangkesra Balikpapan, disadur dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga: Anggota Polisi Dikroyok di Balikpapan, 3 Pelaku Diamankan

Untuk itu, katanya, Pemkot Balikpapan berharap usaha bertani porang ini dapat menjadi alternatif pencaharian masyarakat di masa pandemi yang mampu meningkatkan kesejahteraan. Karena menurutnya tanaman tersebut dinilai cocok ditanam di tanah Balikpapan yang tidak terlalu subur.

Tanaman porang memiliki nilai ekonomi yang baik dan menjadi potensi komoditas ekspor. Sejumlah negara memanfaatkan tanaman porang sebagai bahan pembuatan Kosmetika,” akunya. 

Ia menjelaskan, daerah lain di Kaltim juga mengembangkan budidaya tanaman yang sama. Dengan posisi Kota Balikpapan sebagai daerah transit, dinilai bisa mengambil manfaat lebih karena dianggap menjadi jalur ekspor ke mancanegara, seperti kepiting yang banyak diekspor keluar negeri dan melewati Balikpapan.

“Kami minta dinas pangan pertanian dan perikanan Kota Balikpapan agar dapat dibantu pembinaannya."

“Sekarang ini pemerintah harus mendukung berbagai jenis usaha yang dilakukan oleh masyarakat, karena para wirausahawan inilah penggerak perekonomian dan akan berkontribusi besar bagi kemajuan pembangunan kota Balikpapan,” tuturnya. 

Baca Juga: Menang Dramatis, Persiba Balikpapan Menyodok Diri ke Peringkat Dua Klasemen Grup D Liga 2

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Penyuluhan Markus Gerau mengatakan, kedepan tanaman porang akan menjadi makanan sehat yang bisa juga dikembangkan menjadi produk yang bernilai tinggi/ Apalagi saat ini sudah mulai dibangun pabrik pengelolaan tanaman porang. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait