alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Garuda Indonesia Terjebak Bisnis yang Salah, Dimulai Dari Penggarapan Rute Ini

Denada S Putri Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:39 WIB

Garuda Indonesia Terjebak Bisnis yang Salah, Dimulai Dari Penggarapan Rute Ini
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. (Dok : Kemenpar)

Garuda harus fokus pada domestik."

SuaraKaltim.id - Garuda Indonesia dianggap terjebak dalam bisnis yang salah dan tidak sehat. Hal itu terjadi ketika mulai menggarap rute penerbangan luar negeri.

Maskapai dengan logo burung biru itu dituntut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk fokus menggarap pasar penerbangan domestik agar bisa memperbaiki performa bisnisnya.

Untuk diketahui, penumpang tujuan domestik mendominasi sebanyak 78 persen dengan pendapatan mencapai Rp 1.400 triliun.

Sementara, jumlah penumpang tujuan luar negeri tercatat hanya 22 persen. Dengan perolehan Rp 300 triliun.

Baca Juga: Pamer Erick Thohir Bangun Rumah Dengan Semen BUMN Hanya Satu Minggu

“Garuda harus fokus pada domestik, saya yakin akan kembali sehat, tapi perlu waktu cukup lama,” katanya disadur dari Suara.com, Kamis (28/10/2021).

Guna mencapai target ini, Kementerian BUMN terus mengawal proses restrukturisasi yang sedang berlangsung di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Namun demikian, dalam proses restrukturisasi itu, Erick mengaku dirinya enggan bernegosiasi terkait adanya penyalahgunaan wewenang dan korupsi.

Saat ini utang Garuda sudah mencapai Rp70 triliun sehingga perusahaan menderita kerugian. Pandemi COVID-19 juga membuat kinerja keuangan Garuda Indonesia semakin babak belur.

Kementerian BUMN menyebutkan salah satu biang kerok kerugian Garuda Indonesia adalah kesepakatan harga pesawat dari perusahaan lessor.

Baca Juga: Promo Tes Covid-19 Garuda Indonesia: Antigen Rp45 Ribu, PCR Rp260 Ribu

“Negosiasi harus dikerasi terutama mengenai leasing/lessor (menyediakan armada pesawat dengan skema sewa) pesawat yang dikorupsi dan harga terlalu mahal,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait