SuaraKaltim.id - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Penajam Paser Utara (PPU) resmi menetapkan Abdul Gafur Mas'ud (AGM) menjadi tersangka. Tak hanya dirinya, 10 orang lain yang berada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) PPU, DPC Partai Demokrat Balikpapan, serta pihak-pihak swasta juga ikut terjaring.
Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan KPK untuk memastikan jaringan korupsi dengan nominal milyaran tersebut benar-benar putus. Khususnya di PPU yang kini menjadi sorotan pusat, lantaran menjadi daerah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru Indonesia.
Nah, berikut rangkuman berita penangkapan AGM yang sudah kita olah untuk kalian:
1. Kapolda Kaltim Benarkan Adanya OTT KPK di Penajam Paser Utara
Baca Juga:KPK Diminta Hajar Pengusaha yang 'Bermain' di Wilayah Pembangunan Ibu Kota Negara Baru
![Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto. [Inibalikpapan.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/13/86258-kapolda-kaltim-imam-sugianto-inibalikpapancom.jpg)
Adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dibenarkan oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol Imam Sugianto.
Katanya, tadi pagi dirinya baru diinformasikan oleh Deputi KPK ada kegiatan OTT yang dilaksanakan di Kabupaten PPU, pada Rabu (11/1/2022) malam hingga dini hari.
2. Terjaring OTT KPK, Berikut Profil Abdul Gafur Mas'ud Bupati Muda Penajam Paser Utara
![Abdul Gafur Mas'ud. Bupati Penajam Paser Utara (PPU) yang terjaring OTT KPK. [Presisi.co]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/13/67728-abdul-gafur-masud-bupati-penajam-paser-utara-ppu-yang-terjaring-ott-kpk-presisico.jpg)
Kabar mengejutkan datang dari Penajam Paser Utara (PPU). Pasalnya operasi tangkap tangan (OTT) digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Pemkab PPU.
Baca Juga:Soal Korupsi Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud, Pengamat: Bisa Saja Terkait dengan IKN
Dikabarkan, Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud (AGM) dan Plt Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Muliadi dibawa KPK untuk diperiksa lebih lanjut. Hal itu pun dibenarkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto.