facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengangguran Bontang Meningkat, Ada 8.935 Orang, Masih Tertinggi Se-Kaltim

Denada S Putri Rabu, 19 Januari 2022 | 19:31 WIB

Pengangguran Bontang Meningkat, Ada 8.935 Orang, Masih Tertinggi Se-Kaltim
Berkas lamaran kerja menumpuk di meja loker Disnaker Bontang. [KlikKaltim.com]

Menilik data pencari kerja di Dinas Ketenagakerjaan, pada 2021 kemarin jumlah pencari kerja sebanyak 6.898 orang.

SuaraKaltim.id - Jumlah pengangguran di Kota Bontang 2021 meningkat. Saat ini, tercatat 8.935 orang di Kota Taman ini berstatus pengangguran. 

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang, Tingkat Pengangguran Terbuka berada di 9,92 persen. Dengan angka itu menempatkan Bontang menjadi kota dengan presentasi pengangguran tertinggi se-Kalimantan Timur. 

Masih dari data BPS, kondisi ketenagakerjaan merosot ketimbang tahun sebelumnya. Di 2020 lalu, jumlah pengangguran sebanyak 8.700 orang atau lebih rendah 0,46 persen dari 2021. Bahkan, di 2019 kemarin jumlah pengangguran sebanyak 7.894 orang. 

Menilik data pencari kerja di Dinas Ketenagakerjaan, pada 2021 kemarin jumlah pencari kerja sebanyak 6.898 orang. Sedangkan, jumlah lowongan yang tersedia hanya 1.462 posisi. 

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Dipaksa Rp 14 Ribu Per Liter, Tapi Belum Berlaku di Bontang

Pegawai Fungsional Pengantar Kerja Disnaker Bontang, Denny Agustiansyah mengatakan, saat ini pemerintah berupaya agar setiap perekrutan tenaga kerja memprioritaskan pekerja lokal. Dirinya juga telah menyurati setiap perusahaan agar tertib dengan Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2018 terkait prioritas rekrutmen tenaga kerja. 

"Sekarang ada 22.456 tenaga kerja lokal yang sudah bekerja di seluruh perusahaan Bontang," ungkapnya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (19/1/2022). 

Ia mengaku, Disnaker belum memiliki data terbaru jumlah pekerja asal luar Bontang. Menurut dia, otoritas pekerja asal luar berada di Disnaker Provinsi Kaltim. 

"Datanya kalau orang luar daerah kami tidak punya. Paling hanya koordinasi saja. Saat ini pun perusahaan tetap diminta menjalankan aturan dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal," tandasnya.

Baca Juga: Satu Siswa Positif Covid-19, Belajar Tatap Muka di SMP Negeri 1 Bontang Disetop

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait