Bontang Masih Status PPKM Level 3, Diduga Karena Vaksinasi di Kota Taman yang Mandek

"...Tidak bisa di pungkiri mobilitas masyarakat cukup tinggi..."

Denada S Putri
Rabu, 02 Maret 2022 | 18:20 WIB
Bontang Masih Status PPKM Level 3, Diduga Karena Vaksinasi di Kota Taman yang Mandek
Wakil Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Bontang Letkol Arh Choirul Huda. [KlikKaltim.com]

SuaraKaltim.id - Kota Bontang masih bertengger di status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Hal itu sesuai dengan Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 14 tahun 2022.

Bukan hanya Bontang, 9 Kabupaten Kota lainnya di Kaltim berstatus level 3. Penyebabnya karena tingkat angka terkonfirmasi Covid-19 kian melejit di Bumi Mulawarman. 

Ditambah lagi, angka vaksinasi di Kota Bontang yang terbilang mandek. Berdasarkan data Promkes Bontang, saat ini capaian vaksin berada di angka 86,2 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua, tercatat hanya 78,6 persen. 

Wakil Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Bontang Letkol Arh Choirul Huda mengatakan, angka vaksin saat ini memang masih di atas Kota Balikpapan. Hanya saja, mulai dari Desember 2021 hingga Februari 2022, kenaikan persentase vaksin hanya dua persen.

Baca Juga:ER Diciduk di Rumahnya, Curi HP Para Tetangga di Kawasan Gunung Elai Bontang

Dengan begitu, Dinkes bersama dengan TNI, Polri, dan perusahaan aktif dalam membuka layanan vaksinasi. Hal itu bertujuan, agar masyarakat bisa sadar untuk mendatangi gerai vaksin yang sudah disiapkan oleh Tim Satgas Covid-19 Kota Bontang. 

Baik itu yang berada di Puskesmas, Sentral vaksin yang berada di Gedung MTQ Lapangan Bessai Berinta, Polres, Kodim 0908, dan di Koperasi Pupuk Kalimantan Timur. 

"Akan berupaya maksimal untuk menjaring masyarakat yang belum vaksin. Jadi berdasarkan asesmen PPKM, angka vaksinasi menjadi poin penting," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (2/3/2022).

Tim Satgas Covid-19 pun berencana akan memvalidasi ulang soal target yang dipatok yaitu 152.724 orang. Dengan mengintruksikan lurah untuk menggerakkan ketua RT, mencatat seluruh warganya yang belum di vaksin.

Bisa saja, jumlah tersebut akan berkurang setelah ada validasi ulang oleh tim yang berada di lapangan. Atau mungkin saja bertambah.

Baca Juga:Tingkat Vaksinasi Mandek di Bontang, Satgas Covid-19 Sebut Bakal Datangi Rumah Warga

"Apakah memang masyarakat itu ada semua. Tidak bisa di pungkiri mobilitas masyarakat cukup tinggi ada yang sekolah, kuliah, dan bekerja di luar daerah dan mereka apakah sudah tercatat. Jadi kita evaluasi dan melakukan validasi," ungkapnya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini