facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Santri di Kukar Diperkosa oleh Pimpinan Ponpes Hingga Hamil, Pelaku Sempat Kabur ke Bojonegoro

Bella Senin, 28 Maret 2022 | 15:30 WIB

Santri di Kukar Diperkosa oleh Pimpinan Ponpes Hingga Hamil, Pelaku Sempat Kabur ke Bojonegoro
Ilustrasi pemerkosaan

Modusnya tersangka imingi korban jadi pemimpin ponpes (pondok pesantren) di salah satu ponpes miliknya.

SuaraKaltim.id - Seorang santri berusia 15 tahun diperkosa hingga hamil oleh Pimpinan pondok pesantren (ponpes) inisial AA (48) di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Dedik Santoso mengatakan, modus pelaku AA mengiming-imingi santri dengan uang dan jabatan tertinggi di pondok pesantren.

"Modusnya tersangka imingi korban jadi pemimpin ponpes (pondok pesantren) di salah satu ponpes miliknya. Kemudian diberikan uang sehari-hari senilai Rp 500 sampai Rp 700 ribu," ujar AKP Dedik melansir klikkaltim.com, jaringan suara.com, Senin (28/3/2022).

Adapun menurut Dedik, peristiwa pemerkosaan terjadi berulang-ulang sejak 15 Januari 2021 dan terakhir pada 13 Desember 2021. AA pun mengaku sempat menikahi korban pada 25 Januari 2021 namun tanpa sepengetahuan orang tua korban.

Baca Juga: Pengumuman untuk Warga Kukar, Kegiatan Ramadan Bisa Berjalan Normal, Tapi Ada Syaratnya

"TKP (tempat kejadian perkara) di salah satu kamar ponpes yang berada di Kelurahan Mahulu, Kecamatan Tenggarong, Korban melapor pada 19 Januari 2022 dan ditindaklanjuti hingga kini. Korban memang keadaan hamil 4 minggu," jelasnya.

Dedik mengatakan, AA sempat tidak mengindahkan panggilan polisi sebanyak 2 kali. Hingga akhirnya ditangkap saat berada di Kabupaten Bojonegoro pada 24 Maret, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai DPO.

"Kita kerja sama dengan Polres Bojonegoro, yang mana saat ditangkap berada di wilayah Polres Bojonegoro. Kami koordinasi dan diamankan di salah satu rumah warga," terangnya.

Saat ini, pelaku telah ditahan di Polres Tenggarong bersama barang bukti berupa pakaian korban. Atas perbuatannya AA disangkakan pasal 76D Jo 81 ayat 2 dan 3 UU perlindungan anak, No 35/2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga: Edi Damansyah Ajak Pengurus MUI Kukar Tingkatkan Kegiatan Dakwah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait