Banjir di Bontang Diduga Makin Mengkhawatirkan, Pembentukan Satgas Banjir Dilakukan

Pembentukan Satgas banjir sendiri diketahui oleh Basri Rase.

Denada S Putri
Selasa, 21 Juni 2022 | 16:00 WIB
Banjir di Bontang Diduga Makin Mengkhawatirkan, Pembentukan Satgas Banjir Dilakukan
Banjir rob yang rutin menggenangi jalanan menuju Bontang Kuala. [KlikKaltim.com]

SuaraKaltim.id - Kekhawatiran masyarakat Bontang akan musibah banjir yang kerap terjadi di wilayahnya, membuat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) dilakukan. Salah satunya Satgas banjir di Kelurahan Api-api.

Wali Kota Bontang Basri Rase pun mengetahui adanya pembentukan Satgas banjir di kelurahan tersebut. Menurutnya, program ini sangat membantu pemerintah. Khususnya dalam mempercepat penanganan bencana banjir.

Bahkan, ia menginstruksikan kepada semua kelurahan untuk membentuk Satgas. Sehingga, penanganan bencana banjir bisa berjalan dengan cepat dan efisien.

"Satgas perlu dibentuk agar koordinasi lebih baik," ucapnya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga:Paduan Suara Asal Maluku Ini Nyanyi Bareng Saat Tunggu Pesawat Menuju Yogyakarta, Aksinya Banjir Pujian

Soal banjir yang sering terjadi di Kota Taman, ia mengklaim, pemerintah sudah melakukan program jangka pendek. Hal itu sejalan dengan dengan Pemkot yang sedang mematangkan perencanaan program jangka panjang.

Menurutnya, bisa ditarik kesimpulan bahwa program penanggulangan banjir dapat berjalan penuh di Bontang pada 2023 mendatang.

"Di APBD perubahan tahun ini akan kami mulai untuk jangka pendek. Seperti menyewa alat untuk mengeruk sungai, perbaikan parit dan sebagainya," ujarnya.

Ia menyebut, sementara masterplan penanganan banjir, prosesnya tengah berjalan dalam tahap perancangan.

"Tim juga sedang di lapangan melakukan survei pemetaan," sambungnya.

Baca Juga:Isu 'Ganti Pemain' Merebak, Wali Kota Basri Rase Pastikan Tak Ada Honorer Baru di Pemkot Bontang

Untuk diketahui sebelumnya, Kelurahan Api-api membentuk Satgas penanganan banjir. Satgas tersebut beranggotakan 57 warga. Puluhan warga itu secara sukarela sigap dalam penanganan banjir di wilayahnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini