Apa Itu Ngulur Naga? Ritual Adat Unik di Puncak Kemeriahan Festival Erau

Replika naga ini kemudian dilepaskan di Kutai Lama, yang dianggap sebagai tempat asal legenda naga tersebut.

Denada S Putri
Jum'at, 17 November 2023 | 13:02 WIB
Apa Itu Ngulur Naga? Ritual Adat Unik di Puncak Kemeriahan Festival Erau
Ngulur Naga di Festival Erau. [Ist]

SuaraKaltim.id - Festival Erau menjadi salah satu festival kebudayaan terbesar dari Kalimantan Timur yang rutin digelar setiap tahun. Pagelaran festival Erau ini rutin diadakan di Tenggarong, Kutai Kertanegara dengan berbagai ritual adat uniknya.

Melansir dari berbagai sumber, salah satu ritual adat yang rutin diadakan saat Festival Erau adalah Ngulur Naga, yakni sebuah acara puncak dari festival ini. Di puncak acara biasanya terdapat tradisi Ngulur Naga, di mana rombongan utusan Keraton Kutai akan mengarak sepasang replika naga menggunakan perahu.

Replika naga ini kemudian dilepaskan di Kutai Lama, yang dianggap sebagai tempat asal legenda naga tersebut. Saat dilepas, masyarakat pun akan berlomba untuk mendapatkan sisik naga karena masyarakat setempat percaya, sisik naga ini dapat mewujudkan harapan orang yang memilikinya.

Replika dua naga ini bernama Naga Bini dan Naga Laki yang dibawa menuju Kutai Lama untuk dilempar ke sungai. Pelaksaan ngulur naga ini biasanya dimeriahkan pada hari ketujuh yang menjadi puncaknya.

Baca Juga:Keunikan Ladaya Tenggarong, Wisata Bernuansa Budaya yang Cocok untuk Keluarga

Tradisi ini terbilang cukup sakral karena para rombongan Keraton Kutai yang mengantarkan replika ini menggunakan perahu. Kemudian, replika naga itu dilepaskan di sungai yang dipercaya menjadi tempat asal dari legenda naga itu.

Ritual adat mengulur naga ini masih ada kaitannya dengan legenda Putri Karang Melenu, permaisuri dari raja pertama Kutai, Aji Batara Agung Dewa Sakti. Adapun, raja pertama Kutai dan istrinya itu dipercaya sebagai cikal bakal keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Tetapi, raja dan permaisurinya ini dikisahkan bukan merupakan keturunan manusia biasa. Mereka dikisahkan muncul dari dua kejadian misterius yang dipercaya dan menjadi legenda bagi masyarakat Kutai.

Kontributor: Maliana

Baca Juga:Resep dan Cara Membuat Gangan Labu Besantan Khas Kutai, Cocok Dimakan di Siang Hari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini