Tradisi Pra Pernikahan Suku Dayak Bahau: Ritual Sakral Menuju Kehidupan Baru

Sebelum melaksanakan pernikahan, terdapat upacara adat pra perkawinan yang merupakan sebuah ritual yang harus dilalui oleh pasangan yang akan menikah.

Denada S Putri
Rabu, 08 Mei 2024 | 14:20 WIB
Tradisi Pra Pernikahan Suku Dayak Bahau: Ritual Sakral Menuju Kehidupan Baru
Ilustrasi Ritual Pranikah Calon Pengantin Dayak Bahau. [Ist]

Diantaranya adalah Mantab Hawaq, Perkawinan Gantung, Mantab Aliiw, Besahuq, Perkawinan Poligami, Nga’ap Aliiq. Berikut penjelasannya:

1. Mantab Hawaq atau Perkawinan Meminang

Meminang biasanya dilakukan oleh pihak lelaki saja, dengan membawa telanaq kedab atau dalam kata lain yaitu seserahan atau hantaran. Dalam kehidupan masyarakat Jawa, biasanya upacara ini disebut sebagai tembungan.

2. Perkawinan Gantung atau Perkawinan Piyaan Yoong (tunggu ayun)

Baca Juga:Keunikan Nyobeng Dayak Bidayuh, Ritual Memandikan Tengkorak Manusia Hasil Mengayau

Menurut buku Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Kalimantan Timur (1984), maksud dari perkawinan ini adalah melamar pemudi pada waktu ia masih kecil (dalam ayunan) oleh pihak pemuda dan apabila sudah dewasa akan dikawinkan.

3. Perkawinan Mantab Aliiw atau Tunggu Hasil

Perkawinan ini sudah direncanakan kedua belah pihak orang tua sejak anak mereka masih dalam kandungan (atau sudah dijodohkan). Tetapi, jika sama-sama melahirkan anak perempuan maka keduanya akan dijadikan saudara.

4. Perkawinan Luar Biasa atau Besahuq

Perkawinan ini terjadi apabila ada hubungan perkawinan antara lelaki dan wanita yang masih terikat oleh hubungan kekeluargaan dekat.

Baca Juga:Apa Itu Tiwah? Upacara Pencucian Arwah Paling Sakral dan Terbesar di Kalimantan

5. Perkawinan Poligami

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini