Kaltim Jadi Pionir Nasional: Implementasi SP4N-LAPOR! Mencapai Pelosok Desa

Faisal memaparkan, rata-rata setiap tahunnya Tim SP4N-LAPOR! melakukan sosialisasi di desa-desa Benua Etam.

Denada S Putri
Kamis, 10 Oktober 2024 | 13:15 WIB
Kaltim Jadi Pionir Nasional: Implementasi SP4N-LAPOR! Mencapai Pelosok Desa
SP4N-LAPOR! mencapai pelosok desa-desa di Kaltim. [Dok. Diskominfo Kaltim]

SuaraKaltim.id - Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang berhasil menjalankan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) hingga ke pelosok desa.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, Rapat Kerja dan Monitoring pelaksanaan SP4N- LAPOR!byang diselenggarakan di Grand Jatra Hotel, Balikpapan, Selasa (08/10/2024) kemarin.

“Kita satu-satunya Provinsi di Indonesia  bahkan di Asia yang sudah bisa menghasilkan dana karbon dari bank dunia,” ucap Faisal, dikutip dari laman resmi Diskominfo Kaltim, Kamis (10/10/2024).

Kata Faisal, Kaltim menerima dana karbon oleh Bank Dunia lantaran berhasil melakukan pengurangan emisi karbon. Dari dana tersebut, Diskominfo Kaltim menerima alokasi untuk mengelola program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF), salah satunya melaksanakan sosialisasi SP4N-LAPOR! masuk desa.

Baca Juga:Dosen Unmul Soroti Kampanye Hitam di Pilgub Kaltim, Ajak Paslon Kompetisi Sehat

Faisal memaparkan, rata-rata setiap tahunnya Tim SP4N-LAPOR! melakukan sosialisasi di desa-desa Benua Etam. Pihaknya berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengedukasi masyarakat.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. [Dok. Diskominfo Kaltim]
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. [Dok. Diskominfo Kaltim]

“Kami terus mempromosikan SP4N-LAPOR! ke desa-desa, berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.

Faisal mengatakan, dari 1.000 desa di Kaltim, 400 di antaranya menjadi penghasil emisi karbon, yang telah mengumpulkan dana sebesar 30 juta USD dari karbon.

Keberhasilan ini sebutnya, tak lepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga hutan dan lingkungan melalui platform pengaduan SP4N-LAPOR!.

"Dengan langkah ini, pemerintah Kaltim menunjukkan komitmennya dalam menggunakan SP4N-LAPOR! sebagai kanal pengaduan yang efektif dan terintegrasi dengan program-program lainnya, sehingga masyarakat tidak merasa terbebani dengan informasi yang berlebihan," tuturnya. (Nad/ADV/Diskominfo Kaltim).

Baca Juga:Mitigasi Kampanye Hitam, Bawaslu Kaltim Siap Tindak Lanjut Laporan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini