Gegara Hak Pekerja Teras Samarinda Belum Dibayar, Politisi PKS Lempar Kotak Makanan di Rapat Audiensi

Warganet yang melihat unggahan itu lantas ramai memberikan tanggapan.

Denada S Putri
Kamis, 27 Februari 2025 | 19:49 WIB
Gegara Hak Pekerja Teras Samarinda Belum Dibayar, Politisi PKS Lempar Kotak Makanan di Rapat Audiensi
Anggota DPRD Samarinda lempar kotak makanan saat rapat audiensi. [Instagram/@info_samarinda_]

SuaraKaltim.id - Beredar video dengan durasi beberapa detik memperlihatkan keributan yang terjadi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.

Dalam video berdurasi beberapa detik itu, nampak seorang pria berbaju putih yang diketahui ialah anggota DPRD Samarinda Abdul Rahim dari Fraksi PKS melemparkan kotak makanan ke arah pria lainnya bernama Ilham dari PPK PUPR Kota Samarinda.

Video itu beredar di media sosial (Medsos) Instagram. Salah satu akun yang mengunggah ialah @info_samarinda_.

Pelemparan kotak makanan oleh Abdul Rohim ke Ilham terjadi saat audiensi terkait aksi pekerja Teras Samarinda yang mengaku haknya belum dibayarkan. Politisi dari Fraksi PKS dan merupakan anggota Komisi III itu marah dan melemparkan kotak makanan kepada Ilham.

Baca Juga:Bulog Samarinda Pastikan Stok Beras Aman untuk Ramadhan dan Program MBG

Sebelumnya itu, dimomen yang sama, Anggota Komisi IV Anhar dari Fraksi PDIP Perjuangan menyindir Kadis PUPR Kota Samarinda yang di anggap terkesan sombong dan tak pernah menghadiri pertemuan rapat terkait pekerja Teras Samarinda.

Dalam video, admin juga memberikan keterangan. Ia menulis aksi lempar kotakan terjadi setelah Komisi III DPRD Samarinda melakukan audiensi. Politisi PKS itu katanya emosi sembari menunjuk keluarga pekerja Teras Samarinda.

"Aksi Lempar Kotakan (makanan) pun terjadi!! Setelah Fraksi Komisi 3 DPRD Kota Samarinda. Sambil Menunjuk keluarga Korban yang menangis," tulisnya, disadur Kamis (27/02/2025).

Admin dari akun tersebut juga memberikan keterangan lain di unggahannya. Ia berharap, para pekerja bisa segera mendapatkan bayaran proyek Teras Samarinda yang tahap 1 dan 2 sudah selesai di 2024 kemarin.

"Semoga segera terbayarkan uang proyek tukang teras Samarinda.!! Sedih rasanya melihat seperti ini. ," sebutnya.

Baca Juga:30 Vendor Ternama Hadir di Ultimate Wedding Showcase 3.0, Jangan Lewatkan!

Tanggapan warganet

Warganet yang melihat unggahan itu lantas ramai memberikan tanggapan. Banyak dari mereka menuliskan komentar tak terduga.

"Menurut saya, Ada pihak ke 3 bagian proyek yg tidak membayar upah tukang, dan yg dilempar kotak nasi adalah bagian proyeknya. Dan yg melempar nasi itu dewan yg membela tukang.," ucap @ekayl*****.

"Saya tetap dukung bapak DPR walaupun cara dia reflek lempar makanan justru salah... Tapi bagaimana pun suara rakyat hak kecil didengar oleh beliau. Bahkan memperjuangkan hak orang... Tetap RESPECT ," ujar @maddt*****.

"Justru ini anggota dpr sedamg memperjuangkan gaji pekerja teras samarinda," lanjut @fahmi*****.

"Perusahaan yg menang tender jga diundang," timpal @bobyg*****.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini