Nestapa Siswa SMK di Samarinda, Meninggal Akibat Sepatu Sempit karena Tak Mampu Beli

Sepatu yang sempit diduga menjadi penyebabnya.

Eko Faizin
Kamis, 30 April 2026 | 08:33 WIB
Nestapa Siswa SMK di Samarinda, Meninggal Akibat Sepatu Sempit karena Tak Mampu Beli
Ilustrasi sepatu sekolah. [AI Imagen 4]
Baca 10 detik
  • Siswa SMK di Samarinda meninggal setelah mengalami pembengkakan pada kaki.
  • Korban memakai sepatu sekolah yang sempit karena keterbatasan ekonomi keluarga.
  • Gejala awal nyeri pada kaki, kemudian menjalar hingga ke pinggang dan punggung.

SuaraKaltim.id - Seorang siswa SMK negeri di Samarinda meninggal dunia setelah mengalami pembengkakan pada bagian kaki.

Ratnasari, ibu kandung almarhum menyebut gejala awal berupa nyeri pada kaki yang kemudian menjalar hingga ke pinggang dan punggung.

Setelah merasakan sakit, keesokan harinya pelajar SMK Negeri 4 Samarinda tersebut menghembuskan nafas terakhir.

"Hampir setengah bulan sakit, itu belum ada bengkak. Baru sekitar 20 hari kemudian muncul bengkak di bagian atas kaki," kata ibu korban melansir Kaltimtoday--jaringan Suara.com.

Sepatu yang sempit diduga menjadi penyebabnya.

Ratnasari mengaku terpaksa harus menggunakan sepatu sekolah yang sempit atau kekecilan di tengah ketidakmampuan perekonomian keluarga.

Dia mengungkap kronologi sakit yang dialami anaknya hingga akhirnya meninggal. Selama hampir dua pekan pertama, kondisi kaki anaknya tidak menunjukkan pembengkakan.

Meski merasakan sakit, korban tetap menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk menjalani magang di sebuah pusat perbelanjaan.

Dalam aktivitas tersebut, korban lebih banyak berdiri dan hanya duduk saat waktu istirahat.

"Dia (korban) tidak banyak mengeluh. Nanti setelah pulang baru bilang kakinya sakit sekali," kata Ratnasari.

Sehari sebelum meninggal dunia, kondisi kaki korban dilaporkan membengkak. Penanganan awal yang dilakukan hanya berupa suntikan di sekitar tempat tinggalnya.

"Setelah disuntik, katanya sudah tidak sakit lagi," ujar Ratnasari.

Namun, kondisi korban tidak bertahan lama hingga akhirnya meninggal dunia keesokan harinya.

Ratnasari juga menyoroti keterbatasan bantuan saat proses pemakaman anaknya. Ia mengaku sempat meminta bantuan kepada ketua RT setempat, terutama terkait penyediaan ambulans.

"Kami minta bantuan karena kondisi ekonomi juga sulit. Tapi dijawab kalau ambulans harus bayar semua," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini