SuaraKaltim.id - Pemkot Samarinda sudah melakukan uji coba GeNose C19 untuk mendeteksi Covid-19. Begitu juga dengan Bandara APT Pranoto, berencana mulai menggunakan per 1 April mendatang. Sementara itu, Pemkot Balikpapan belum akan menggunakan GeNose sebagai alat deteksi covid-19.
Dilansir dari Inibalikpapan.com, jaringan Suara.com, Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, mengatakan hingga kini belum mendapatkan pedoman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait penggunaan GeNose untuk mendeteksi Covid-19. Untuk itu, Balikpapan masih tetap menggunakan rapid test antigen dan swab PCR.
“Masih menunggu pedoman dari Kementerian Kesehatan. ami belum mendapatkan pendoman untuk penggunaan alat tersebut,” ujar Andi Sri, Rabu (17/3/2021)
“Sehingga untuk diagnosis (covid-19) di Balikpapan tetap mengacu keputusan Menteri yang terakhir Antigen diakui selain PCR,” sambungnya.
Namun kata dia, jika digunakan untuk screening tahap awal ditempat-tempat fasilitas umum kemungkinan bisa. Hanya saja tergantung kebijakan wali kota.
Saqat ini, kata Andi Sri, fasilitas kesehatandi Balikpapan tetap menggunakan rapid antigen dan PCR.
“Tetapi jika dijadikan untuk screening ditempat-tempat umum, bisa saja. Kebijakan Bapak Wali Kota (Rizal Effendi),” ujarnya.
“Tetapi untuk digunakan di fasilitas kesehatan sebagai sarana diagnosa kami lebih memilih tetap mengacu kepada pedoman kementerian kesehatan rapid antigen dan swab PCR,” sambungnya.
Kata dia, alat deteksi buatan Universitan Gajah Mada itu sangat sensitive sehingga akan sangat membingungkan. “Apalagi GeNose katanya sangat sensitive, bau rokok saja dia positif, baru durian dia positif,” ujarnya
Baca Juga: Korupsi Bansos Covid-19, KPK Sita Sepeda Brompton dari Sekjen Kemensos
Hal itu berbeda dengan kebijakkan Pemkot Balikpapan yang justru telah memiliki 7 unit GeNose yang ditempatkan di rumah sakit daerah maupun empat puskesmas untuk membantu melakukan screening.
Berita Terkait
-
Ketagihan Judi Online, Pria di Balikpapan Curi AC dan TV di Indekos
-
Dua Pencuri Kabel di Balikpapan Ditangkap Polisi, Mengaku Agar Bisa Makan
-
Pasar di Balikpapan Harus SNI, Agar Bisa Bersaing dengan Pasar Modern
-
Pasar Tradisional di Balikpapan Direvitalisasi, Berapa Besaran Biayanya?
-
Ada 1.646 Kasus Perceraian di Kota Balikpapan, Menurun Karena Covid-19
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla
-
Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Sofifi, Buka Ruang UMKM Tumbuh
-
Enam Perusahaan di Kalimantan Dijatuhi Sanksi Imbas Karhutla Areal Konsesi
-
Kaltim Tetapkan Siaga Bencana Karhutla Imbas Fenomena El Nino