Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Kamis, 07 Oktober 2021 | 20:16 WIB
Excavator milik penambang ilegal di Kukar ramai-ramai ditahan warga Desa Sumber Sari, Loa Kulu, Kukar. [kaltimtoday.co]

Dugaan illegal mining ini sudah dilakukan sekitar sebulan yang lalu. Legimin menyebutkan, awalnya ada alat masuk dan pernah menyampaikan kepada dirinya. Oknum tersebut mengatakan dapat proyek pengurukan dan pasang pondasi. Seminggu kemudian, pihaknya mengecek lokasi dan mendapati operator tengah bekerja.

“Waktu itu saya stop, pak ini mau ngambil batunya atau batu baranya. Bilang operatornya ambil batu bara, kalau ambil itu saya bilang stop,” terangnya.

Setelah di stop, beberapa minggu selanjutnya mereka bergeser ke atas lagi. Pada Senin (4/10/2021) sekitar pukul 17,30 Wita datang lagi alat berat yang besar.

Sementara itu, tadi pagi ada tiga truk yang keluar kemudian warga curiga lantaran ditutupi terpal. Kemudian, pihaknya koordinasi dengan masyarakat dan berhasil mengamankan 3 truk dan 3 eksavator.

Baca Juga: Viral Mumtas Rais Ancam Hentikan Sumbangan ke Ponpes Gus Miftah, Singgung Pemilu 2024

“Tiga truk keluar pagi tadi masih aman karena kami tidak ada persiapan tetapi kami curiga kok ditutup, kalau bawa batu kan tidak ditutup tapi ini kok ditutup terpal. Dan lihat mobil yang lain ternyata batu bara,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, dirinya sempat diancam dan mau dipukul oleh oknum penambangan tersebut. para oknum itu mengatakan, jika pihaknya sudah dua kali menghalang-halangi aktivitas tambang dan ini yang terakhir kalinya.

“Waktu itu saya sendirian dihadapi empat orang. Tapi saya katakan, kemauan warga saya menolak tambang. Karena disini ada bendungan yang mengaliri beberapa kelurahan/desa seperti di Kelurahan Bukit Biru, Desa Ponoragan dan Sepakat. Itu pengairannya di waduk ini semua,” pungkasnya.

Adapun barang bukti tersebut yakni 2 dump truk diamankan di Polres Kukar sedangkan 1 truk diamankan di Kantor Desa Sumber Sari. Untuk  satu eskavator besar warna hijau diamankan di kantor desa, dua unit belum bisa dikeluarkan lantaran dalam keadaan rusak.

Baca Juga: Kabar Gembira, Dua Tempat Wisata Milik Pemkab Kukar Sudah Dibuka

Load More