SuaraKaltim.id - Warga Jalan Sidorejo, RT 41, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda dikejutkan dengan adanya penemuan mayat bayi yang mengapung di danau bekas trek dayung, Kamis (3/3/2022) sekitar pukul 10.00 Wita.
Jasad bayi tersebut yang diduga berumur 9 bulan ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Syahrani (59). Syahrani saat itu sedang mencari ikan dengan cara memasang perangkap di sekitar danau. Namun, saat sedang memasang perangkap ikan, ia mencium aroma tidak sedap di area danau.
Penasaran dengan asal bau yang tak sedap itu, dirinya pun mencari tau bau busuk tersebut. Dan benar saja, ia mendapati jasad bayi malang itu.
"Saya cari asal bau tersebut, kemudian saya liat ada karung yang terikat tali, kemudian pas saya angkat karung tersebut dan membuka ikatannya, tiba-tiba keluar bayi dengan kain batik dan sebuah bantal berwarna biru, lalu saya geser bayi tersebut ke tepi bersama bantal dan karungnya ," ungkapnya.
Ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada RT setempat, dan pihak kepolisian atas apa yang telah ditemukan di danau tersebut.
Sementara itu, Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi mengatakan, usai melakukan olah TKP, pihaknya memperkirakan bahwa bayi tersebut berusia kurang lebih 9 bulan.
"Bayi itu berjenis kelamin perempuan yang sudah berusia kurang lebih 9 bulan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan luka bagian kepala yang sudah terbuka dan ada ikatan dibagian perut berupa kain berwarna merah," jelasnya.
Usai olah TKP, jasad bayi perempuan itu langsung dibawa menuju ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) untuk dilakukan visum.
"Untuk meninggalnya kurang lebih sudah 2 - 3 hari. Namun Kami akan berkoordinasi lagi tim Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya untuk mengetahui hasil DNA dan orang tua dari janin tersebut," pungkasnya.
Baca Juga: Setahun Kepimimpinan Andi Harun-Rusmadi Wongso di Samarinda, Siap Buka-bukaan Soal Pencapaian
Kontributor : Apriskian Tauda Parulian
Tag
Berita Terkait
-
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua pada Anak di Samarinda Cuma Capai 70 persen, Ini Kata Disdikbud Asli Nuryadin
-
Tak Ada Kabar dan Dicari Keluarga, Jasad Lansia di Samarinda Ditemukan Membusuk di Rumahnya
-
Salut! Diduga Habis Kecelakaan, Dimas Pratama Tetap Ikut Lomba MTQ di Samarinda Walau Dalam Perawatan di Ambulance
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas