SuaraKaltim.id - Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara (Sekda Kukar) Sunggono membuka secara resmi Fokus Group Discussion (FGD) Implementasi Permendagri nomor 96 tahun 2017 tenteng Kerjasama Desa di Bidang Pemerintahan Desa pada Rabu (24/05/23) Di Gedung PKM Tenggarong Seberang.
FGD Ini dihadiri oleh Direktur Fasilitasi Kerjasama Lembaga Pemerintahan Desa dan BPD Murtono dan Analis Kebijakan Ahli Madya Mulyo Setiono dari Kemendagri.
Selain itu kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian penghargaan dari KPP Pratama Tenggarong kepada Desa atas kinerja dan berkontribusi pada tahun anggaran 2021-2022, dengan pembayaran pajak terbesar kepada Desa Jonggon Kecamatan Loa kulu, Desa Saliki Kecamatan Muara Badak, Desa Bukit Pariaman Kecamatan Tenggarong Sebrang, Desa Suka Maju Kecamatan Tenggarong Sebrang dan Desa Santan Ulu Kecamatan Marang Kayu.
Dalam sambutannya, Sunggono mengucapkan terima kasih atas terlaksananya FGD pada Kamis (25/05/2023). Ia berharap, setelah FGD ini dilaksanakan, para kepala Desa bisa mengali dan memanfaatkan potensi desa agar bisa dikembangkan dan dapat dikerjasamakan dengan desa lain.
Ia menjelaskan, kerjasama antar desa dalam Permendagri Nomor 96 Tahun 2017 tentang Tata Cara Kerja Sama Desa di Bidang Pemerintahan Desa, berada dalam ruang lingkup dan dibedakan menjadi kerja sama antar desa dan kerja sama antara desa dengan pihak ketiga.
“Kerja sama antar Desa yang dimaksudkan merupakan kerja sama antar Desa dengan desa lain dalam satu lingkup Kecamatan dan kerja sama antar Desa dalam lingkup Kecamatan yang berbeda namun dalam satu Supra Desa atau Daerah Kabupaten / Kota,” imbuhnya, disadur di hari yang sama.
Menurutnya, apabila kerja sama antar desa dengan desa yang lain dalam satu lingkup provinsi namun berbeda daerah kabupaten/kota, maka kerja sama antar desa harus mengikuti aturan antar daerah. Sedangkan, kerja sama antar desa diatur dengan Peraturan Bersama Kepala Desa melalui prosedur, sesuai dengan kesepakatan dan musyawarah antar desa.
Ia menuturkan, kerja sama antar desa dan kerja sama dengan pihak ketiga, dilakukan dengan pertimbangan atas kebutuhan desa dan kemampuan APB – Anggaran Perencanaan dan Belanja – Desa.
Baginya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Seperti pengembangan usaha bersama, untuk mencapai nilai ekonomi yang berdaya saing, kegiatan kemasyarakatan, pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat antar desa. Hingga, bidang keamanan dan ketertiban.
Baca Juga: Pemkab Kukar Hibahkan Bangunan ke Bawaslu, Edi Damansyah: Silahkan
“Kerjasama antar desa disini dimaksudkan untuk mempercepat dan meningkatkan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pelaksanaan pembangunan Desa, Pembinaan kemasyarakatan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa,” katanya.
Perlu diketahui, selain kerjasama antar desa dalam Permendagri tersebut, juga melibatkan BUMDesa. Atau, yang berada dalam satu kawasan perdesaan yang dilakukan oleh Pemdes melalui musyawarah desa.
Kerja sama antar desa juga bisa dilakukan dengan pihak ketiga yaitu pihak swasta, organisasi kemasyarakatan dan lembaga lainnya harus mengikuti aturan perundang-undangan yang ada, hal ini muncul atas prakarsa Desa dan kerja sama yang muncul karena gagasan atau prakarsa Pihak Ketiga.
“Pelaksanaan kerja sama desa dengan pihak ketiga harus diatur melalui Perjanjian Bersama melalui Kesepakatan Musyawarah Desa,”ungkapnya.
Untuk isi peraturan bersama dan perjanjian bersama yang sedikitnya berisi tentang ruang lingkup kerja sama bidang kerja sama, tata cara dan ketentuan pelaksanaan kerja sama, jangka waktu, hak dan kewajiban, pendanaan, tata cara tentang perubahan, penundaan dan pembatalan serta penyelesaian perselisihan. Sedangkan, kerja sama antar desa maupun kerja sama desa dengan pihak ketiga harus difasilitasi oleh camat atas nama bupati/walikota.
Ia berharap, kerja sama antar desa bisa mempercepat dan meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu