SuaraKaltim.id - Kabupaten Berau Kalimantan Timur (Kaltim) sedang masuk zona merah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu dibenarkan oleh Plt Kepala Dinkes Berau, Halijah Yasin, belum lama ini.
Ia menjelaskan, kondisi zona merah DBD tersebut sebenarnya terjadi secara nasional. Musim hujan menjadi salah satu faktor terjadinya peningkatan kasus DBD.
“Ini karena musim hujan juga. Dan bukan cuma di Kaltim, tapi se-Indonesia. Rata-rata di Jawa, DBD juga tinggi,” ungkapnya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Selasa (16/01/2024).
Untuk mengatasi dan mengantisipasi persebaran penyakit tersebut, kata dia, dalam skala yang cukup luas, pemerintah daerah (pemda) juga sudah membangun kerja sama lintas OPD hingga menjangkau pemerintahan kampung.
“Kami sudah buat grup khusus untuk antisipasi dengan melibatkan juga Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Camat juga sudah disuruh buat surat edaran untuk lurah dan kepala kampung agar bisa kerja bakti bersihkan lingkungan,” jelasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Garna Sudarsono menambahkan, Kondisi zona merah ini memang dialami se-Kaltim, termasuk Berau. Semua terjadi peningkatan kasus positif DBD.
Sudarsono mengungkapkan, hingga Januari 2024, sesuai data yang ada di Dinkes Berau terdapat 333 kasus positif dan 3 kasus kematian akibat DBD yang tersebar pada 21 Puskesmas di Bumi Batiwakkal.
"Dari jumlah itu, kasus terbanyak tercatat ditangani Puskesmas Kampung Bugis dengan kasus positif sejumlah 91 kasus dan kematian sejumlah 1 kasus," terangnya.
Sementara Puskesmas Batu Putih ada 53 kasus positif, Gunung Tabur 45 kasus positif dan 1 kasus kematian, Tanjung Redeb 39 kasus positif, Sambaliung 36 kasus positif, dan Biatan Lempake 25 kasus positif.
Baca Juga: Ubur-ubur Langka Hilang, Pulau Kakaban Ditutup Sementara
Selanjutnya, Puskesmas Teluk Bayur 15 kasus positif, Talisayan 8 kasus positif, Labanan 5 kasus positif dan 1 kasus kematian, Merancang 5 kasus positif, dan berturut-turut Tanjung Batu, Segah, serta, Long Laai 3 kasus positif.
“Sedangkan 6 Puskesmas lain yakni Puskesmas Pulau Derawan, Tubaan, Biduk-Biduk, Kelay, Long Boy, dan Merapun masih 0 kasus,” ujarnya.
Dia mengakui, DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan. Oleh sebab itu, upaya pencegahan dan mengatasinya harus dimulai dari lingkungan.
“Jadi lingkungan mesti dijaga melalui 3M, Menutup, Menguras dan Mengubur atau Mendaur ulang tempat-tempat penampungan air,” tuturnya.
“Kemudian perlu dilakukan juga abatisasi pada tempat-tempat yang digenangi air termasuk bak mandi. Lalu fogging untuk yang positif,” sambungnya.
Jumlah kasus positif DBD, kata dia, ke depan akan menurun apabila semua lapisan masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungannya dengan baik dan mampu menumbuhkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air