SuaraKaltim.id - Wadah resapan air bagi ratusan hektare lahan pertanian dijarah “pelaku” kejahatan lingkungan. Ratusan emak-emak yang tergabung dari sejumlah Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong melakukan aksi demo.
Emak-emak itu melakukan penolakan dan pemberhentian aktivitas tambang ilegal di kawasan Spontan Mangkurawang atau Dusun Sukodadi, Rabu (31/01/2024) kemarin.
Perlawanan emak-emak ini dilakukan karena mereka geram melihat kerusakan lingkungan yang berdampak pada hilanganya daerah resapan air pertanian. Apalagi pertanian itu, menjadi salah satu mata usaha mereka dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bahkan dampaknya sudah mereka rasakan, yakni keringnya sawah mereka. Tambang ilegal di kawasan Spontan Mangkurawang terletak di atas perbukitan yang di bawahnya terdapat lahan pertanian warga.
Pengelupasan lahan tersebut tersebar di tiga tempat yang jaraknya tak berjauhan. Namun hanya dua lokasi yang aktif, sedangkan satunya sudah habis dikeruk emas hitam.
Aksi demo tersebut turut dihadiri Lurah Mangkurawan, Camat Tenggarong, Polsek Tenggarong hingga Koramil Tenggarong. Dalam pantuan di lapangan, ditemukan galian tambang ilegal yang bersampingan langsung dengan lahan pertanian warga.
Koordinator Aksi yang juga warga setempat, Fathur Rahman menyebutkan, lahan pertanian di kawasan Dusun Sukodadi seluas kurang lebih 200 hektare. Namun hanya 40 persen yang produktif. Tersebar di RT 14,15,16,17 dan RT 18.
Selama ini, perairan sawah hanya mengandalkan tadah hujan, dan jika ditambang maka dampak yang dirasakan petani akan terasa. Seperti sumur atau aliran air bisa kering, dan ketika hujan melanda dapat menimbulkan banjir.
“Intinya kami meminta aparat terkait segera menghentikan tambang koridoran di Spontan Sukodadi, bisa dikatakan 80 persen warga di sni mata usahanya adalah pertanian,” ujar Fathur, melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Kamis (01/02/2024).
Baca Juga: Asal-usul Nama Tenggarong, Berasal dari Salah Pengucapan Tangga Arung
Fathur menambahkan, pemerintah terus menggelorakan untuk mewujudkan lumbung pangan. Namun kenyataannya, tambang ilegal malah mengobrak-abrik lingkungan.
“Rasanya gak masuk akal mewujudkan wacana ini kalau lahan pertanian kami dihancurkan. Makanya kami meminta pemerintah terkait setidaknya menghentikan aktivitas ini,” tegasnya.
Lebih jauh, kata Fathur, jika tidak ada tindakan konkret penghentian aktivitas tambang ilegal. Para warga sepakat untuk membuat laporan kepada aparat terkait hingga ke Bupati. Tujuan utamanya ialah mempertahankan desa dan pertanian dari kerusakan.
“Kita akan buat laporan perusakan lingkungan, apapun akan kita lakukan karena mengandalkan pertanian, kalau rusak maka sama saja memiskinkan kita,” sebutnya.
Camat Tenggarong, Sukono menambahkan, pihaknya telah melakukan negosiasi antara warga dan para penambang ilegal. Hasil kesepakatannya, penambang diberikan waktu untuk menyelesaikan dan menutup lubang yang telah mereka gali.
“Kesepakatan hari ini penambang bekerja untuk mengembalikan (galian lahan) yang ada dikasih waktu lima hari. Setelah itu, tidak ada lagi yang namanya kegiatan tambang-menambang di wilayah (Sukodadi) ini,” terang Sukono.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Komitmen GCG dan Efisiensi BUMN Mendapat Dukungan dari Kalangan Pengamat
-
Kaltim Berusaha Jaga Harga Sawit Pasca Pidato Prabowo soal Ekspor Terpusat
-
QLola by BRI Hadir sebagai Strategi Cerdas Mengelola Payroll Perusahaan Secara Efisien
-
BRI Kartu Kredit Tawarkan Berbagai Keuntungan bagi Para Traveler, Yuk Cek di Sini!
-
BRI Perluas Investasi Syariah, Bersama Syailendra Capital Garap Reksa Dana: Return Tembus 7,58%