SuaraKaltim.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bontang mulai menelusuri adanya dugaan penggunaan fasilitas pemerintah kota (Pemkot) yang digunakan untuk mengarahkan dukungan calon legislatif (Caleg) dan pemilihan kepada daerah (Pilkada).
Informasi itu didapat setelah beredar rekaman di mana Udin Mulyono mengarahkan ketua RT untuk memilih Wali Kota Bontang Basri Rase 2 periode di kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bali. Termasuk, soal arahan dukungan Calon Legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Bawaslu Bontang Ismail Usman mengatakan, penelusuran sudah sampai tahap permintaan keterangan beberapa orang.
Di antaranya Sekretaris Lurah (Seklur) Bontang Kuala, Seklur Api-Api, Camat Bontang Utara, dan beberapa RT di Kelurahan Bontang Kuala.
"Kita masih telusuri dugaan pelanggaran Pemilu 2024. Kita masih mintai keterangan. Kemarin sudah ke Seklur, Lurah dan Camat di Bontang Utara," ucap Ismail Usman, disasdur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Jumat (02/02/2024).
Bawaslu tidak berhenti sampai disitu. Nantinya juga akan memintai keterangan dari Wali Kota Bontang Basri Rase dan yang bersangkutan Udin Mulyono.
Namun dirinya belum bisa membeberkan kapan waktu permintaan keterangan itu akan berlangsung. Karena harus menyesuaikan jadwal dari mereka.
Dia mengaku saat ini semua informasi yang didapat masih dugaan sementara belum menjurus ke sebuah pelanggaran. Nantinya akan dilihat apakah melanggar di aturan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 280 Tentang Pemilihan Umum.
"Masih didalami semua informasinya. Kalau sudah semua dimintai keterangan baru akan diplenokan," sambungnya.
Baca Juga: Wali Kota Bontang Basri Rase Bantah Instruksikan Kampanye di Bimtek Ketua RT
Sebelumnya, ramai tersiar rekaman suara Udin Mulyono meminta dukungan ke peserta bimbingan teknis (bimtek) yang digagas Pemkot Bontang.
Dalam rekaman itu, Udin Mulyono meminta peserta agar memilih kembali Wali Kota Basri Rase. Bahkan juga tidak lupa untuk memilih para Calon Legislatif dari Parpol PKB.
Bahkan, sampai terucap Udin Mulyono menjanjikan bakal memperjuangkan kenaikan gaji ketua RT menjadi Rp 1,5 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas