SuaraKaltim.id - Pertamina memperkirakan untuk seluruh Kalimantan akan ada peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline (pertamax, pertamax turbo, dan pertalite) sebesar 1,9 persen dan 3,1 persen untuk BBM jenis gasoil (solar, pertadex, dan dexlight) selama menjelang, saat, dan beberapa hari sesudah Idul Adha 1445 Hijriyah.
Hal itu disampaikan Humas Pertamin Patra Niaga, Arya Yusa Dwicandra belum lama ini. Ia membandingkan kenaikan tersebut dengan situasi di 2023 kemarin.
“Kenaikan itu berdasar perhitungan kami dari peningkatan konsumsi pada Idul Adha 1444 Hijriyah atau tahun 2023 lampau,” katanya, disadur dari ANTARA, Kamis (13/06/2024).
Dengan ketahanan stok hingga 11 hari untuk BBM dan 3-5 hari untuk LPG, maka Arya menegaskan kebutuhan masyarakat tetap akan tercukupi.
“Apalagi stok akan selalu ditambah,” lanjutnya.
Peningkatan konsumsi BBM dan LPG selama Idul Adha ini erat hubungannya dengan transportasi hewan kurban dan distribusi dagingnya, serta kemudian untuk membuat masakannya.
Khusus untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), Pertamina memperkirakan jumlah kebutuhan harian BBM untuk Idul Adha adalah sebanyak 2.242 KL (kiloliter) gasoline, 753 KL untuk gasoil, dan 538 MT (metrik ton) LPG.
"Jumlah kebutuhan gasoline tersebut naik 2,6 persen dari kebutuhan normal harian, 1,1 persen untuk gasoil, dan 5,6 persen untuk LPG," sebutya.
Pada kesempatan ini juga Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM secukupnya. Bagi masyarakat yang mampu hendaknya membeli BBM non subsidi seperti pertamax atau pertadex dan gas LPG kemasan 5,5 kg atau 12 kg.
Baca Juga: Kelangkaan Gas Melon di Samarinda Jelang Idul Adha, Pertamina Tambah 39.760 Tabung
“Sebab BBM dan gas LPG bersubsidi kita prioritaskan untuk masyarakat yang kurang mampu,” tegas Arya.
Untuk menjaga prioritas itu, Pertamina juga menerapkan penggunaan QR code untuk pembelian BBM subsidi dan menunjukkan KTP untuk konfirmasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi yang membeli LPG kemasan 3 kg. Sebelumnya, pembeli dengan NIK tersebut sudah harus terdaftar.
“Jadi masyarakat yang mampu, belilah BBM dan LPG non subsidi,” tutur Arya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA