SuaraKaltim.id - Presiden terpilih Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presidennya Gibran Rakabuming Raka tidak dilantik di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pelantikan presiden dan wakilnya tersebut tetap dilakukan di Senayan, Jakarta.
Hal itu disampaikan Ahmad Muzani, Wakil Ketua Manelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ia menegaskan, Prabowo dan Gibran bakal dilantik di Gedung DPR/MPR, Senayan.
Menyadur dari AyoBandung.co--Jaringan Suara.com, Muzani mengatakan, walaupun IKN sudah jadi ibu kota baru Indonesia, acara pelantikan presiden tetap di Jakarta. Namun, Prabowo tetap hadir dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indoneneska di IKN pada 17 Agustus nanti.
Muzani menyebutkan, seluruh pimpinan MPR juga akan berpartisipasi dalam upacara tersebut di IKN. Pelantikan Prabowo dan Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden dijadwalkan pada 20 Oktober 2024.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo menjelaskan, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI akan dikembalikan sesuai dengan kewenangan konstitusional MPR RI sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 3 Ayat (2).
Bamsoet--sapaannya--menyatakan, MPR akan melantik presiden dan/atau wakil presiden dengan mengeluarkan ketetapan tentang penetapan pasangan calon terpilih Pilpres 2024 sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk masa jabatan lima tahun ke depan.
Langkah ini diambil untuk memberikan dasar hukum yang lebih kuat berupa Ketetapan MPR RI. Selama ini, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI hanya berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih dalam Pemilu.
Bamsoet menyebutkan, MPR akan memperkuat dan menyesuaikan pelantikan agar sesuai dengan bunyi UUD dengan mengeluarkan Tap MPR.
Rencana revisi tata tertib ini akan ditindaklanjuti dalam sidang paripurna pada masa akhir jabatan 2019-2024 dan dibahas kembali dalam rapat gabungan fraksi-fraksi MPR dan DPD RI pada awal Juni 2024.
Bamsoet juga menyampaikan, rencana revisi ini kepada beberapa tokoh nasional seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla, Try Sutrisno, dan Boediono.
Berdasarkan Pasal 3 Ayat (2) UUD 1945 menyebutkan bahwa MPR memiliki wewenang untuk melantik presiden dan/atau wakil presiden.
Kemudian bunyi pasal 3 Ayat (3) menyebutkan bahwa MPR berwenang memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden dalam masa jabatannya menurut UUD.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan