SuaraKaltim.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah penyangga akan segera membuat MoU terkait penerapan transportasi publik yang terkoneksi.
Hal itu disampaikan Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN Silvia Halim disela-sela Forum Group Discussion (FGD) Rekomendasi Kebijakan Transportasi Penyangga IKN dan Rancangan Standar Fasilitas Integrasi Moda Dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Selasa (16/07/2024) kemarin.
“Hari ini FGD untuk menyiapkan algomerasi transporatasi dari IKN dan kawasan penyangganya,” ujarnya, disadir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Rabu (17/07/2024).
Dia mengatakan, penandatanganan MoU akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini pihaknya masih membahas beberapa hal dengan seksama.
“Mou akan dalam waktu dekat, sekarang kita lagi pembahasan bersama-sama, sehingga bisa kita sampaikan bersama-sama,” ucapnya.
Dia mengatakan, FGD sebagai langkah awal dari persiapan yang telah dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemnhub) dan Badan kebijakan Transportasi soal kebijakan transportasi
“Bisa dibilang kebijakan-kebijakan awal, mendapatkan masukan-masukan lainnnya. Sehingga adalah menjadi sesuatu yang digerakan bersama. Sesuatu yang bukan hanya diinisiatifkan Pemerintah Pusat saja, diinistifkan IKN saja, tetapi ini adalah sesuatu yang kita kerjakan bersam-sama," bebernya.
Dia menjelaskan, output yang dihasilkan kedepannya yakni ada rencana bersama terkait kebijakan transportasi antara IKN dengan daerah algomerasi ataupun penyangga.
“Kita harapkan nantinya akan ditindaklanjuti dengan perjanjian bersama, untuk pembuatan algomerasi ini. Pada akhirnya outputnya adalah adanya rencama induk transportasi yang terintrgrasi antara IKN dengan seluruh kawasan penyangganya,” sebutnya.
Baca Juga: Prabowo Tak Mau Dilantik di IKN, Pengamat Sebut Indikator Keraguan Pindah Ibu Kota
Harapannya, dengan transportasi yang terkoneksi sehingga pembangunan bisa dilakukan bersama dan saling menunjang. Baik dari pembiayaan hingga sumber daya manusia (SDM).
“Sehingga kedepannya pembangunan bisa dilakukan secara terintegrasi juga oleh masing-masing pemerintah daerah. Supaya bisa menghasilkan rencana induk yang terintegrasi. Kemudian tentu saja kebijakan di pemerintah daerah yang menunjang untuk penerapan rencana induk secara konsisten dan nantinya juga pada saat impelementasi baik itu pembiayaan maupun SDM nya," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka