SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong penguatan tata kelola delapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Melalui catatan pemprov, tiga di antara BUMD tersebut memerlukan perhatian dan penanganan khusus.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian BUMD dan BLUD Pemprov Kaltim, Taufik, pada Kamis (19/12/2023).
"Dari delapan BUMD yang dimiliki Pemprov, ada tiga perusahaan yang sedikit perlu perlakuan penanganan khusus," sebutnya, dikutip dari KaltimToday.co--Jaringan Suara.com, Jumat (20/12/2024).
Untuk diketahui, delapan BUMD tersebut di antaranya PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara, Perusda Melati Bhakti Satya, PT Migas Mandiri Pratama, Perusda Bara Kaltim Sejahtera, Perusda Ketenagalistrikan, Perusda Sylva Kaltim Sejahtera, PT Asuransi Bangun Askrida, dan PT Jamkrida.
"BUMD perlu dipantau agar perusahaan bisa berjalan sebagaimana mestinya, baik itu dari segi laporan keuangan, neraca, dan permasalahan lainnya," sebutnya.
Salah satu perhatian utama adalah kondisi fiskal BUMD. Jika kondisi keuangan tidak stabil, hal ini dapat berdampak pada operasional perusahaan, termasuk pembayaran gaji karyawan.
"Kita juga sudah rutin melaksanakan pertemuan setiap per tiga bulan, terkait rapat evaluasi dan monitoring. Kedepannya akan kita maksimalkan lagi," tuturnya.
Rencananya, Pemprov Kaltim akan mengalokasikan anggaran di 2025, untuk penambahan modal bagi sejumlah BUMD nantinya. Ini juga sebagai komitmen dalam penguatan kapasitas usaha dari BUMD itu sendiri.
"Nantilah kita lihat komposisinya, karena domainnya BPKAD yang untuk mengatur itu," sebutnya.
Baca Juga: Perkiraan Cuaca Ekstrem di Kaltim: Curah Hujan Tinggi dari Desember 2024 Sampai April 2025
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA