SuaraKaltim.id - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, melakukan kunjungan ke Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) di Teluk Bayur, Kabupaten Berau, pada Rabu (19/03/2025) lalu.
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.
Dari hasil pemantauan, harga barang kebutuhan pokok dan sembako relatif stabil.
Sementara itu, harga cabai mengalami sedikit kenaikan, namun tidak signifikan. Hal yang sama juga terjadi pada komoditas pangan hewani seperti daging.
"Biasanya memang sejak saat puasa mengalami kenaikan tapi sekarang mulai menurun, nanti hari lebaran naik lagi sedikit, jadi saya pikir untuk Berau kebutuhannya tercukupi dan mudah-mudahan tidak ada inflasi yang tinggi," katanya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Senin (24/03/2025).
Penurunan harga tersebut diakui Seno pengaruh dari kondisi deflasi Kaltim yang sudah berada di angka 0,21 persen.
Persentase tersebut yang akan terus dikendalikan oleh pempov agar tingkat inflasi tidak kembali melonjak pasca lebaran.
Namun, ia juga menyoroti bahwa ketersediaan pangan lokal di Berau masih kurang, sehingga pasokan bahan pangan masih bergantung pada impor dari berbagai daerah, termasuk dari wilayah Kaltim, Jawa, dan Sulawesi.
Persoalan itu juga yang ke depan akan menjadi pekerjaan rumah (PR) pihaknya, agar kemandirian pangan di seluruh wilayah Kaltim bisa terangkat dan semua kebutuhan pangan dapat terpenuhi.
Baca Juga: APBD Rp 21 Triliun, Kaltim Siap Tuntaskan Rekrutmen CASN 2025
Menumbuhkan kemandirian pangan tersebut pula, menurut Wagub, merupakan salah satu dasar untuk mendukung program pemerintah yakni makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jadi kita wajib menumbuhkan kemandirian pangan," tambahnya.
Disinggung bagaimana menjamin petani lokal dalam pemenuhan pangan di daerah. Seno menyebut, kendalanya memang berada pada harga produksi yang cukup mahal dibanding impor.
Salah satu contoh adalah, harga telur lokal lebih mahal Rp 3 ribu daripada impor.
"Nah ini otomatis jadi tantangan pemerintah ke depan. Kita harus berdayakan petani, peternak dan nelayan agar mereka bisa mendukung kebutuhan pangan di wilayahnya masing-masing," jelasnya.
Menyukseskan, agar program MBG menggunakan bahan pangan lokal, Seno menegaskan akan ada persyaratan tertulis antara penyedia stok MBG dan pemerintah agar penggunaan bahan baku lokal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Eco-Chic Day Jadi Gerakan Baru Puan Lestari untuk Kurangi Dampak Fast Fashion
-
Berawal dari Modal Rp2,7 M, Kasus Irma Suryani vs Istri Ketua DPRD Kaltim Berakhir SP3
-
Gubernur Rudy Mas'ud Sebut ASN Luar Daerah Bisa Isi Jabatan Strategis
-
Ribuan Warga Tertipu Ajang Lari Samarinda Half Marathon
-
BRI Dorong PMI Naik Kelas, Fokus Kembangkan Usaha Produktif di Daerah