SuaraKaltim.id - Perbincangan soal gaji dan tunjangan anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencuat ke ruang publik.
Anggaran untuk pos ini tercatat mencapai Rp 52,2 miliar per tahun, atau rata-rata Rp 79 juta per anggota setiap bulan, meski tidak sepenuhnya berbentuk tunai.
Sorotan datang di tengah meningkatnya keluhan masyarakat atas kinerja legislatif, terutama ketika isu efisiensi anggaran daerah gencar dibahas.
Pertanyaan publik mengemuka: mengapa pengeluaran dewan jarang disentuh pemangkasan?
Namun, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud memilih bersikap hati-hati ketika ditanya soal transparansi tunjangan.
Hal itu ia sampaikan usai Rapat Paripurna ke-35 di Gedung Utama B DPRD Kaltim, Jumat malam 12 September 2025.
“Tidak etislah nanya tunjangan, saya takut salah ngomong, nanti diputar-putar lagi,” ujarnya disadur dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Minggu, 14 September 2025.
Sikap bungkam juga ditunjukkan sejumlah legislator lainnya, meski DPRD Kaltim diketahui memiliki 55 anggota yang terbagi dalam empat komisi.
Hasanuddin kemudian menegaskan bahwa struktur pendapatan DPRD berbeda dengan DPR RI.
Baca Juga: Samarinda dan Balikpapan Jadi Episentrum Lonjakan Kasus HIV di Kaltim
“Kalau di DPR RI pakai sistem lump sum, di DPRD Kaltim menggunakan model ad-cost, atau biaya sesuai kebutuhan dan pelaporan. Kami di DPRD tidak menentukan sendiri. Semua sudah ditetapkan oleh pemerintah, melalui Kementerian Dalam Negeri. Kami hanya menerima,” tegasnya.
Meski begitu, ia mengakui efisiensi anggaran tahun depan berpotensi memangkas gaji dan tunjangan dewan hingga 75 persen.
Tunjangan yang disebut hampir 20 kali lipat dari Upah Minimum Regional (UMR) membuat jurang kesenjangan semakin terasa.
Publik pun menuntut agar kesejahteraan besar yang diterima wakil rakyat berbanding lurus dengan kualitas kerja yang mereka berikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi