-
Basuki memastikan pembangunan IKN tetap berjalan sesuai target, termasuk menuju status Ibu Kota Politik pada 2028, dan menepis isu proyek terhenti atau terancam mandek.
-
Pendanaan tahap II senilai Rp 48,8 triliun dinyatakan aman, setelah dibahas dan disetujui kementerian terkait, serta tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran.
-
Pembangunan IKN menggabungkan APBN, skema KPBU, dan investasi swasta, dengan penekanan bahwa proyek ini bukan sekadar membangun kota baru, melainkan bagian dari transformasi jangka panjang struktur pemerintahan Indonesia.
SuaraKaltim.id - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pembangunan ibu kota negara baru terus berjalan sesuai rencana, terutama dari sisi pendanaan.
Ia menepis anggapan bahwa proyek tersebut terhambat atau terancam mandek seperti yang diberitakan sejumlah media internasional.
"Tidak ada keraguan dalam membangun IKN. Semua langkah yang diambil kini sepenuhnya diarahkan untuk mencapai target menjadikan Nusantara sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028, sesuai dengan arahan Presiden," ujar Basuki, dikutip dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Rabu, 5 November 2025.
Basuki menyampaikan bahwa anggaran pembangunan tahap II senilai Rp 48,8 triliun tetap aman.
Menurutnya, pemerintah telah melakukan pembahasan bersama kementerian terkait untuk memastikan pendanaan tidak terdampak kebijakan efisiensi belanja negara.
"Alhamdulillah sampai sekarang usulan kami selalu disetujui. Dan sampai sekarang belum ada imbas, dan mudah-mudahan ke depan tidak akan terimbas dengan kebijakan efisiensi dan sebagainya. Dan kami bisa melaksanakan tugas kami dengan sebaik-baiknya," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan anggaran dilakukan melalui koordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta Menteri Sekretaris Negara.
Selain mengandalkan APBN, pembangunan IKN juga tetap mengadopsi skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan investasi swasta.
Basuki menegaskan bahwa proyek IKN bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari perubahan struktur pemerintahan dan arah pembangunan jangka panjang Indonesia.
Baca Juga: IKN Tetap Jalan, Purbaya: Jangan Percaya Prediksi Media Asing
"Yang kita bangun bukan sekadar kota baru, tapi masa depan Indonesia. Dan masa depan itu kini sedang kita wujudkan bersama," jelasnya.
Sebelumnya, The Guardian memberitakan bahwa Nusantara berpotensi menjadi “kota hantu” karena berkurangnya investasi swasta.
Namun, pemerintah menilai temuan tersebut tidak mencerminkan kondisi lapangan maupun rencana pendanaan yang telah diformulasikan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat